Korban kerusuhan Nigeria (Foto: AP)
JOS - Polisi Nigeria mendakwa 49 orang yang dituduh terlibat aksi pembunuhan yang terjadi dalam kerusuhan di Nigeria yang terjadi pada Minggu 7 Maret lalu. Polisi menyatakan, korban akibat kerusuhan itu berjumlah 109 orang dari laporan sebelumnya yang menyatakan 500 orang.
Pelaku kerusuhan yang ditangkap oleh kepolisian sendiri hingga kini bertambah hingga 200 orang. Sedangkan 49 warga yang didakwa terlibat langsung dalam kerusuhan ini, sebagian besar berasal dari etnis muslim Fulani.
Guna mencegah kemungkinan kerusuhan lanjutan terjadi, polisi hingga kini masih berjaga-jaga di desa yang dilanda kerusuhan. Desa-desa tersebut termasuk Desa Zot dan Dogo-Nahawa yang sebagian besar korban tewas berasal dari kedua desa itu.
Kepala Polisi wilayah Negara Bagian Plateau Ikechukwu Aduba menyatakan, pihaknya saat ini membutuhkan bantuan untuk mengamankan lokasi kerusuhan.
"Patroli yang kami lakukan menyusul insiden berdarah ini dapat dikatakan berhasil dengan baik. Namun kami terus membutuhkan bala bantuan, dan pemerintah pun memastikan jika bantuan akan segera datang," menurut Ikechukwu Aduba seperti dikutip BBC, Kamis (11/2/2010).
Meski pihak berwenang Nigeria berhasil untuk mengatasi kerusuhan, dunia internasional terus menekan Pemerintah Nigeria untuk mengambil tindakan atas kerusuhan berbau sentimen agama ini. Paus Benediktus XVI bahkan menyebutkan peristiwa ini sebagai tindakan mengerikan.
Sedangkan kongres Perdagangan Zimbabwe meminta Pemerintah Nigeria untuk bertindak halus guna mengatasi ancaman serangan serupa.
Mengenai serangan berdarah ini, Gubernur Negara Bagian Plateau Jonah Jang mengaku telah memberikan peringatan kepada pihak militer atas serangan ini. Namun dalam kelanjutannya, pihak militer Nigeria gagal untuk mencegah kerusuhan terjadi.
Pjs Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengaku telah memecat penasihat keamanan Nigeria, Sarki Mukhtar. Mukhtar dianggap telat dalam menghadapi ancaman penyerangan ini.
Namun menurut Komisi HAM PBB menilai, jika Pemerintah Nigeria seharusnya mampu memberikan rasa aman kepada desa yang menjadi korban insiden ini. (faj)(rhs)