Getting Time...

Keluarga Thaksin Tinggalkan Thailand

Jum'at, 12 Maret 2010 09:01 wib
Pendukung Thaksin (Foto: AFP)
Pendukung Thaksin (Foto: AFP)
BANGKOK - Menjelang demo besar-besaran yang akan digelar pendukung Perdana Menteri (PM) terguling Thaksin Shinawatra akhir pekan ini, keluarga Thaksin justru meninggalkan Thailand dan bertolak ke luar negeri.

Putra Thaksin, Panthongtae Shinawatra dan mantan istrinya, Potjaman na Pombejra, telah meninggalkan Bangkok dan bertolak ke Hong Kong, Senin (8/3). Sementara itu, dua putri Thaksin, Pinthongta serta Paethongtan kemarin terbang ke Berlin, Jerman.

Salah satu sumber Partai Puea Thai (partai yang didirikan Thaksin pada 1998) mengatakan kepergian keluarga Thaksin sebagai bentuk antisipasi jika terjadi kerusuhan selama demo berlangsung serta adanya kekhawatiran kalau mereka akan disandera jika situasi tidak bisa dikendalikan.

PM Abhisit Vejjajiva yang akan menjadi sasaran utama pada demo pro-Thaksin akhir pekan nanti langsung 'mengejek' kepergian keluarga Thaksin. Abhisit mengaku heran karena keluarga Thaksin justru mengkhianati pendukungnya di saat mereka memperjuangkan nasib Thaksin.

"Mereka sangat tidak bertanggung jawab karena membiarkan pendukungnya berjuang sementara mereka pergi," tandas Thaksin.

Pro-Thaksin yang dikenal dengan kelompok Red Shirts (Kaus Merah) bakal menggelar aksi protes besar-besaran pada 12-14 Maret mendatang. Aksi ini diperkirakan melibatkan satu juta pro-Thaksin dari berbagai wilayah di Thailand.

Seperti pada demo-demo sebelumnya, mereka meminta agar Abhisit mundur dari jabatannya serta mendesak digelarnya pemilu. Aksi demo besar-besaran ini membuat pemerintah menyiapkan berbagai langkah agar demo tidak sampai menimbulkan kerusuhan.

Thailand bahkan sepakat untuk memberlakukan Undang-Undang Keamanan Internal (ISA) mulai besok hingga 23 Maret mendatang untuk menghindari segala hal yang tidak diinginkan.

Kemarin, PM Abhisit dan wakil PM Suthep Thaugsuban menggelar pertemuan dengan sembilan menteri yang dilibatkan dalam pengamanan, termasuk Panglima angkatan bersenjata Thailand Anupong Paojinda dan Menteri pertahanan Prawit Wongsuwon.

Abhisit mengingatkan agar warga Bangkok tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap rencana demo akhir pekan ini karena pihak keamanan sudah menyiapkan segala tindakan untuk mencegah kerusuhan.

"Ada laporan yang mengatakan sabotase akan dilakukan. Warga Thailand mesti waspada tapi tidak seharusnya panik," ujar Abhisit Untuk mengamankan demo, kepolisian Bangkok bakal menerjunkan 8.000 polisi di lingkungannya termasuk 41 unit polisi anti huru hara.

Ribuan polisi juga akan dikerahkan di propinsi yang selama ini menjadi basis pro-Thaksin seperti Propinsi Ayutthaya. Menteri Perhubungan Sohpon Zarum memastikan pelayanan terminal dan bandara akan berjalan normal selama demo.

Pemerintah juga sudah menghubungi agen perjalanan untuk tidak mengoperaiskan armadanya, terutama bus-bus yang menuju dan ke bandara Suvarnabhumi serta Don Mueang karena takut diserang pro-Thaksin. Sebagai gantinya, pemerintah akan menyediakan armada khusus untuk penumpang dari dan menuju ke bandara. (Koran SI/Koran SI/Koran SI)(//rhs)
TWITTER »
twit