Getting Time...

Obama Berikan Hadiah Nobel Bagi Korban Haiti

Fajar Nugraha
Jum'at, 12 Maret 2010 18:25 wib
Presiden AS Barack Obama  (Foto: Reuters)
Presiden AS Barack Obama (Foto: Reuters)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan menyumbangkan USD1,4 juta atau sekira Rp12,8 miliar (Rp9.180 per dolar) yang diraihnya dari hadiah nobel perdamaiannya, untuk membantu korban gempa Haiti.

Sumbangan ini nantinya akan disalurkannya untuk membantu para murid, keluarga veteran perang  di AS dan korban selamat dari gempa Haiti. Selain itu donasi itu juga akan diberikan kepada lembaga kemanusiaan yang dianggap telah melakukan pekerjaan luar biasa membantu Haiti pascagempa. Demikian diberitakan Associated Press, Jumat (12/3/2010).

Secara total Presiden ke-44 AS ini akan memberikan USD750 ribu atau sekira Rp6,8 miliar kepada enam lembaga yang membantu anak-anak di Amerika untuk menikmati bangku kuliah. Sementara lembaga Fisher House yang menyediakan perumahan bagi warga miskin AS dan para veteran akan menerima bantuan sebesar US250,000 atau sekira Rp2,2 miliar.

Tidak ketinggalan Presiden dari Partai Demokrat tersebut juga akan mendonasikan uangnya itu kepada yayasan yang dibuat oleh dua mantan Presiden AS George w Bush dan Bill Clinton untuk membantu korban gempa Haiti. Clinton-Bush Haiti Fund akan menerima dana bantuan sebesar USD200 ribu atau sekira Rp1,8 miliar.

"Organisasi-organisasi ini telah melakukan pekerjaan kemanusiaan yang luar biasa di AS dan luar negeri untuk membantu murid, veteran dan banyak orang lain yang membutuhkan bantuan. Saya bangga bisa mendukung pekerjaan mereka," ungkap Presiden Obama.

Sementara menurut Fisher House bantuan yang mereka terima akan didonasikan untuk membangun tiga rumah di sekitar Rumah Sakit Angkatan Laut AS Bethesda dan Pangkalan Udara Dover. Dua tempat ini merupakan lokasi penampungan jasad tentara AS yang tewas dalam tugas di luar negeri.

Sementara dana bantuan untuk Haiti akan digunakan oleh Clinton-Bush Haiti Fund untuk membangun kembali Haiti yang hancur akibat gempa 12 Januari lalu. AS sendiri memainkan peran penting dalam proses rekonstruksi negara yang hancur akibat gempa tersebut. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit