Getting Time...

Granat Meledak di Markas Militer Thailand

Fajar Nugraha
Senin, 15 Maret 2010 16:04 wib
Pendukung Thaksin saat bergerak menuju pangkalan militer (Foto: AP)
Pendukung Thaksin saat bergerak menuju pangkalan militer (Foto: AP)
BANGKOK - Granat meledak di sebuah pangkalan militer Thailand, Bangkok. Insiden ini berlangsung di tengah demo besar-besaran pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Sinawatra.

Empat granat jenis M-79 meledak di pangkalan militer di tengah kota Bangkok pada pukul 01.30 siang waktu setempat. Akibat ledakan ini satu orang prajurit menderita luka pada lengannya, sementara seorang prajurit lain terluka pada bagian perut.

"Kami mengira granat tersebut dilempar dari sebuah mobil," ungkap juru bicara militer Thailand Kolonel Sunsern Kaewkumnerd seperti dikutip AFP, Senin (15/3/2010).

Insiden ini bertepatan dengan ratusan ribu pendemo yang menamakan dirinya Front Demokrasi Bersatu melawan Kediktatoran (UDD) yang mulai merangsek masuk resimen infanteri ke-11 Thailand di utara Bangkok.

Massa pendukung perdana menteri terguling Thaksin Sinawatra ini menuntut Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva untuk mundur dari jabatannya. Pendemo yang biasa disebut 'si kaus merah' ini juga meminta parlemen untuk dibubarkan.

PM Abhisit sendiri berada dalam di pangkalan resimen infanteri ke-11 Thailand tersebut setelah massa terus mendesaknya untuk mundur. Namun dengan ditemani beberapa menteri dan petinggi militer Thailand, PM Abhisit tetap menolak permintaan dari para pendemo itu. Ia pun bergegas pergi lewat helikopter sesaat ratusan ribu pendemo mendekati pangkalan militer.

Sekira 150 ribu pendemo sudah berkumpul sejak Sabtu 13 Maret lalu di lokasi protes. Tentara serta polisi juga sudah siap berjaga-jaga, sementara jam malam pun sudah diberlakukan untuk mengantisipasi keamanan. Tak kurang 50 ribu pihak keamanan dari berbagai kesatuan telah bersiaga untuk mengawal aksi protes ini. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit