Getting Time...

PBB Didesak untuk Bahas Myanmar

Fajar Nugraha
Kamis, 18 Maret 2010 12:39 wib
Dewan Keamanan PBB (Foto: Flickr.com)
Dewan Keamanan PBB (Foto: Flickr.com)
NEW YORK - Inggris mendesak Dewan Keamanan PBB untuk membahas kondisi negatif yang kemungkinan besar akan muncul menjelang Pemilihan Umum Myanmar. Namun usulan ini ditolak keras oleh negara-negara Asia Tenggara dan China.

Tiap tahunnya Myanmar memang selalu dimasukan ke dalam agenda pembicaraan dari Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal ini dikarenakan tuduhan dunia barat atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak junta militer terhadap etnis minoritas dan politisi oposisi junta Myanmar.

Namun selama ini usaha DK PBB yang terdiri dari lima anggota tetap dan sepuluh anggota tidak tetap yang ingin menjatuhkan sanksi kepada Myanmar selalu gagal. China dan Rusia terus menggunakan hak veto mereka saat DK PBB berniat menjatuhkan sanksi.

Sementara alasan Inggris yang ingin membawa masalah Myanmar ke Dewan Keamanan PBB tidak lepas dari keluarnya aturan sebelum pemilu yang beberapa waktu lalu. Peraturan itu meliputi pelarangan tahanan politik untuk ikut serta dalam pemilu yang sedianya digelar tahun ini. Demikian diberitakan Reuters, Kamis (18/3/2010).

Aturan tersebut melarang tahanan politik untuk berpartisipasi langsung dalam pemilu, termasuk menjadi anggota dari sebuah partai politik.

Aturan Pemerintah Myanmar ini praktis menyebabkan pejuang demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi absen dalam pemilu. Suu Kyi sendiri sedang menjalani proses tahanan rumah yang ia telah rasakan selama kurang lebih 20 tahun.

Menurut seorang diplomat dari negara barat usulan Inggris ini telah mendapatkan dukungan dari beberapa anggota DK PBB. Amerika Serikat, Prancis merupakan negara yang dipastikan mendukung usulan dari Inggris ini. Seperti diketahui ketiga negara tersebut memiliki hak veto seperti halnya China dan Rusia.

Sedangkan China dan Rusia masih belum menentukan sikap mereka atas usulan Inggris. China sendiri dikenal sebagai utama Myanmar. Negeri Tirai Bambu tersebut, seringkali memveto usulan sanksi yang dijatuhkan kepada Myanmar. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit