Getting Time...

AS-Israel Tidak Berubah

Jum'at, 19 Maret 2010 09:08 wib
Hillary Clinton :  Corbis.com
Hillary Clinton : Corbis.com
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton menegaskan tidak ada yang berubah dari hubungan AS-Israel. Hubungan kedua negara tetap kuat dan tidak tergoyahkan.

Negeri Paman Sam akhirnya ”menyerah” terhadap kritik keras yang disampaikan parlemen mereka serta kelompok pelobi Israel di negara tersebut. Hanya beberapa hari setelah mereka mengkritik keras sikap Gedung Putih yang menentang rencana Israel untuk membangun permukiman baru, AS melalui Menteri Luar Negeri memberi pernyataan yang menegaskan komitmen besar AS terhadap Israel.

”Kami memiliki komitmen luar biasa terhadap keamanan Israel. Hubungan AS dan Israel sangat dekat dan tidak tergoyahkan, ” jelas Hillary di Gedung Putih kemarin. Pernyataan Hillary ini seolah menjadi jawaban AS atas ”kecurigaan” Israel yang menganggap AS sudah berubah terhadap mereka. Pernyataan ini juga diharapkan bisa mendinginkan ke-tegangan hubungan kedua negara serta melembutkan sikap keras parlemen dan pelobi Israel di negara tersebut.

”AS-Israel memiliki komitmen yang sama untuk masa depan demokrasi dunia dan kita berkomitmen untuk mewujudkan solusi dua negara, ”ucap Hillary. Namun, Hillary juga meminta agar Israel berusaha membangun perdamaian di Timur Tengah dengan lebih keras lagi. Mantan ibu negara itu membenarkan bahwa AS memiliki pandangan yang berbeda dengan Israel dalam hal pembangunan permukiman baru di Jalur Gaza, tapi bukan berarti sikap negara itu berubah terhadap Israel.

Pekan lalu, Hillary dan beberapa petinggi AS mengecam keras rencana pembangunan 1. 600 permukiman baru di Tepi Barat. Rencana ini membuat AS kecewa karena sama saja dengan menghambat upaya AS untuk membantu penyelesaian konflik Israel-Palestina. Seperti diketahui, Palestina tidak akan kembali ke meja perundingan selama Israel terus membangun permukiman baru di Tepi Barat.

Padahal, dalam pidato kepada dunia muslim di Kairo 5 Juni lalu, Presiden AS Barack Obama menegaskan bahwa perundingan serta solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan bagi penyelesaian konflik Timur Tengah. Senada dengan Hillary, Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs juga mengatakan tidak ada yang perlu dirisaukan dalam hubungan AS-Israel meskipun sejak pemerintahan Obama, AS dinilai lebih keras terhadap Israel.

”Hubungan bilateral yang dewasa kadang memiliki ketidaksepahaman dan kita berbeda dalam hal ini (pembangunan permukiman baru). Namun tidak berarti ketidaksepahaman ini bisa mematahkan hubungan yang sudah sangat erat, ”ucap Gibbs. Selasa (16/3), Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS PJ Crowley meminta penjelasan resmi dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal pembangunan 1. 600 permukiman baru.

Menurut Crowley, AS juga memutuskan untuk menunda kunjungan utusan mereka untuk Timur Tengah George Mitchell ke Israel karena ketidaksetujuan AS terhadap rencana Israel. ”Kami sedang menunggu jawaban Israel dan level komitmen kami ke depan akan sangat tergantung dari jawaban itu. Kami menginginkan tindakan nyata dari Israel dan Palestina, ” papar Crowley.

Persoalan Timur Tengah rencananya akan dibawa Hillary dalam kunjungan ke Moskow, Rusia, Kamis (hari ini waktu Indonesia). Dia berharap bisa mengajak Rusia untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian di kawasan tersebut bersama dua partner lain, yakni Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di Moskow, Hillary juga akan bertemu beberapa pejabat senior Rusia, termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

Salah satu agenda yang akan mereka bahas adalah kesepakatan dalam pengurangan senjata nuklir. Kedua negara diharapkan sudah bisa mencapai kata sepakat sebelum menghadiri pertemuan pelucutan senjata nuklir di Washington bulan depan. Dalam setahun terakhir, AS gencar mendekati Rusia untuk menjalin kembali perundingan perlucutan senjata nuklir dengan Rusia atau lebih dikenal dengan Strategic Arms Reduction Treaty (Start). Perjanjian yang dibuat pada 1991 ini akan kedaluwarsa pada Desember mendatang. (AFP/CNN/WashingtonPost/ maesaroh)
(Koran SI/Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit