Getting Time...

'Kaus Merah' Tolak Syarat Negosiasi PM Thailand

Fajar Nugraha
Jum'at, 19 Maret 2010 16:35 wib
Protes pendukung Thaksin Sinawatra (Foto: AFP)
Protes pendukung Thaksin Sinawatra (Foto: AFP)
BANGKOK - Pendemo anti-Pemerintah Thailand menolak syarat untuk bernegosiasi yang diajukan oleh Perdana Menteri (PM) Abhisit Vejjajiva. Pendemo mengatakan, jika mereka akan terus melakukan protes hingga PM Abhisit mundur.

Dalam protes besar-besaran yang berlansung hampir sepekan, massa pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra yang biasa disebut 'Kaus Merah' ini bersikeras untuk tidak melakukan negosiasi dengan pemerintah.

Pendemo tetap menginginkan pembubaran dari parlemen dan mendesak untuk segera diadakannya pemilihan umum kilat.

"Kami (Kaus Merah) tidak menolak untuk bernegosiasi, tetapi perdana menteri harus membubarkan parlemen terlebih dulu. Selain itu seluruh partai juga diharuskan untuk menandatangani komitmen jika mereka akan menghormati hasil pemilu agar pemerintahan negara ini dapat kembali berjalan," ungkap pimpinan 'Kaus Merah' Jatuporn Prompan seperti dikutip AFP, Jumat (19/3/2010).

Sementara dalam lanjutan aksi protes ini, para pendemo berencana untuk mengecat Bangkok dengan darah mereka. Sebelumnya para pendemo sempat mengumpulkan sekira 80 galon darah, yang didonor dari mereka sendiri. Darah tersebut mereka lemparkan ke kediaman PM Abhisit dan gedung pemerintahan di Bangkok.

Pendemo mengakui jika mereka masih memiliki sekira 15 botol darah sisa dari aksi 15 Maret kemarin. Rencananya darah tersebut akan dibuat lukisan dan mereka mengundang siapa pun yang ingin membuat lukisan yang melambangkan perjuangan rakyat Thailand untuk menegakan demokrasi. (faj) (rhs)
TWITTER »
twit