Bentrok menentang kenaikn tarif bus (Foto: AFP)
ISLAMABAD - Polisi Pakistan terpaksa melepaskan tembakan peringatan serta gas air mata, saat protes kenaikan tarif bus di Ibukota Pakistan, Islamabad berakhir dengan bentrokan pada hari Jumat (19/3/2010).
Protes ini sendiri sudah berlangsung sejak Kamis 18 Maret lalu. Saat itu mahasiswa dan warga memblokir jalanan utama di distrik Bara Kahu, Islamabad. Para pendemo ini tidak setuju dengan kenaikan sebesar 20 persen untuk ongkos bus.
Menurut anggota polisi Pakistan Muhammed Iqbal para pendemo memblokir jalan yang memiliki akses langsung menuju Bandara Islamabad.
Sementara bentrokan antara polisi dengan pendemo sudah terjadi sejak Kamis lalu, tetapi bentrok itu terus berlanjut hingga hari Jumat. Bentrok lanjutan ini terjadi setelah mahasiswa menuntut pihak berwenang untuk membebaskan para pendemo yang ditahan polisi pada insiden sebelumnya. Demikian diberitakan Associated Press, Sabtu (20/3/2010).
Para pendemo mengaku jika lebih dari belasan mahasiswa ditangkap dalam aksi rusuh tersebut. Seorang mahasiswa dikabarkan menderita luka tembak dalam protes hari Kamis itu, tetapi kondisinya saat ini dalam kondisi stabil setelah dirawat di rumah sakit.
Pada bentrokan lanjutan memperlihatkan mahasiswa melempar batu ke arah petugas polisi. Sementara anggota polisi juga membalas aksi lempar batu itu dengan tembakan gas air mata dan pukulan tongkat. Polisi juga melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan para pendemo. (faj)(rhs)