Obama serukan dialog dengan Iran (Foto: AP)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama kembali mengirimkan pesan damai kepada rakyat Iran. Kali ini, pesan melalui video tersebut menyerukan pertukaran budaya dan pendidikan bagi murid-murid AS dan Iran.
Dalam rekaman video untuk kedua kalinya diarahkan kepada Iran, Presiden Obama menyatakan pemerintahannya menawarkan dialog guna membangun diplomasi antara kedua negara. Namun niat AS ini ditanggapi Iran dengan mengisolasikan diri mereka. Obama percaya jika AS meyakini martabat dari tiap manusia.
"AS meyakini martabat dari tiap manusia dan semua peraturan internasional yang berujung kepada penegakan keadilan. Tentunya warga Iran dapat meraih hak mereka untuk berpartisipasi secara penuh dalam persaingan ekonomi global," ucap Presiden Obama dalam rekaman video, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (20/3/2010).
"Iran tentunya dapat memperkaya keseragaman dunia dengan pertukaran budaya dan pendidikan yang dilakukan pelajar mereka, hingga jauh melampaui batas," tandas Presiden AS ke-44 tersebut.
Menanggapi perbedaan antara AS dan Iran yang kian hari makin meruncing, Obama menyatakan pihaknya berjanji untuk mempertahankan komitmen untuk membantu rakyat Iran. Bantuan tersebut dapat berupa pertukaran pelajar AS-Iran yang memungkinkan pelajar Iran untuk belajar ke AS dan memungkinkan mereka untuk menerima akses internet tanpa batas untuk meraih informasi.
Rekaman video tersebut juga menampilkan Presiden dari kubu Partai Demokrat ini yang mengisyaratkan kesediaannya untuk berdialog secara langsung dengan Iran. Dialog ini khususnya tentang program nuklir Iran serta provokasi Iran terhadap Israel.
"Tawaran kami untuk melakukan dialog secara langsung secara komprehensif masih berlangsung. Tetapi pihak sendiri memilih untuk mengisolasi diri mereka sendiri," ungkap Presiden Obama.
Obama memang terus mendekatkan dirinya dengan negara Islam seperti Iran. Namun pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei mengkritik Obama tidak lebih sebagai kelanjutan dari George W Bush, khususnya mengenai Israel.
Sementara Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan pemerintahannya bersedia untuk melakukan dialog dengan AS, asalkan kedua negara bersedia untuk saling menghormati. (faj)(rhs)