Getting Time...

Tersangka Teroris Akan Tetap Ditahan AS di Bagram

Fajar Nugraha
Senin, 22 Maret 2010 14:40 wib
Pasukan AS di Bagram (Foto: AFP)
Pasukan AS di Bagram (Foto: AFP)
LOS ANGELES - Pihak Gedung Putih mempertimbangkan untuk menahan tersangka teroris di Pangkalan Militer Amerika Serikat (AS) di Bagram, Afghanistan. Namun rencana ini segera mendapatkan tentangan dari beberapa pejabat AS.

Menurut laporan The Los Angeles Times, pimpinan pasukan AS dan NATO di Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal, juga menolak keras rencana ini. Stabilitas di Afghanistan menjadi perhatian dari para pejabat mengenai rencana ini.

Hal yang menjadi kekhawatiran dari rencana ini adalah memperluas fasilitas tahanan di pangkalan udara Bagram dapat mempersulit usai menstabilkan kondisi Afghanistan menjadi lebih sulit. Pemerintah AS sendiri telah menimbang beberapa tempat untuk menahan dan menginterogasi tahanan asing tanpa memberikan kesempatan untuk diadili di Amerika.

Presiden Barack Obama sebelumnya sempat berjanji untuk menutup Penjara Guantanamo di Kuba. Tetapi rencana tersebut tertunda karena Pemerintah AS hingga saat ini masih sulit menentukan nasib para tahanan yang masih tinggal di sana.

Tanpa ada penjara AS yang bisa menerima tahanan asing di luar wilayah Negara Adidaya tersebut, saat ini tidak ada pilihan lain untuk mengalihkan tersangka teroris kepada pihak pemerintah asing atau bahkan membunuhnya. Demikian diberitakan The Los Angeles Times, Senin (22/3/2010).

Tahun lalu dalam sebuah operasi yang dilancarkan oleh pasukan khusus AS, seorang tersangka kelompok Al Qaeda Saleh Ali Saleh Nabhan tewas dalam serangan udara AS. Sebelumnya Pemerintah AS meminta Saleh untuk ditangkap hidup-hidup dalam operasi yang berlangsung di Selatan Somalia tersebut.

Tidak adanya tempat untuk menampung Saleh di penjara membuat pasukan AS mengambil keputusan membunuhnya dalam operasi militer. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit