Warga China gunakan masker (Foto: AP)
BEIJING - Badai pasir menyelimuti sebagian besar wilayah China hari ini. Buruknya kondisi udara memaksa warga untuk menggunakan masker guna melindungi mereka dari badai pasir.
Kondisi buruk tampak terlihat di kota wisata Hangzhou di wilayah pantai timur China. Jembatan serta pagoda yang menjadi daya tarik wisata tampak tersembunyi di balik badai pasir. Sedangkan Taiwan juga terpengaruh akibat badai ini. Para pengemudi mobil mengeluh jika kendaraan mereka langsung tertutup pasir hanya dalam 10 menit.
Pihak badan meteorologi China meminta warga untuk menutup pintu dan jendela serta menutupi wajah mereka dengan masker saat berpergian. Selain itu peralatan listrik yang dinilai sensitif diperintah untuk ditutup agar tidak terjadi kerusakan.
Badai pasir hari ini merupakan yang kedua kali terjadi dalam waktu dua hari terakhir, khususnya di Beijing. Gedung pencakar langit di Ibu Kota China itu sendiri bahkan tertutup dengan pasir yang bercampur dengan debu dan polusi udara lainnya. Warga setempat bahkan tampak berusaha keras agar tidak menghirup pasir yang dapat membahayakan kesehatan itu.
Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Beijing juga memberikan peringatan kepada warga AS yang berada China jika kondisi di Beijing saat ini sangat berbahaya. Pihak Kedubes AS bahkan menyatakan jika kualitas udara di Beijing saat ini dinilai sangat tidak sehat. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (22/3/2010).
Keadaan Beijing diperkirakan akan berangsur pulih pada Senin malam waktu setempat, dengan angin yang diperkirakan akan membawa pasir ke wilayah tenggara China. Beijing pernah mengalami badai pasir terparah pada 2006, saat itu sekira 300 ribu ton pasir tampak memenuhi Ibu Kota Negeri Tirai Bambu tersebut. (faj)(rhs)