Getting Time...

95 Ribu Keturunan Nabi Muhammad Kecam Kartun

Fajar Nugraha
Senin, 22 Maret 2010 15:50 wib
Protes menentang pemuatan kartun tahun 2005 lalu (Foto: The Daily Telegraph)
Protes menentang pemuatan kartun tahun 2005 lalu (Foto: The Daily Telegraph)
LONDON - Sekira 95 ribu keturunan Nabi Muhammad SAW berencana untuk melayangkan tuntutan kepada surat kabar yang memuat kartun yang dianggap menghujat Nabi Muhammad. Tuntutan ini rencana ini akan diajukan di pengadilan Inggris.

Faisal Yamani seorang pengacara asal Arab Saudi yang mewakili dari para keturunan Nabi Muhammad ini mengklaim, 12 kartun yang dimuat dalam surat kabar Denmark Jyllands - Posten sebagai sebuah pencemaran nama baik.

Seperti diketahui gambar yang dirilis pada 2005 lalu tersebut menyebabkan kemarahan warga Muslim dunia. Bahkan protes menentang pemuatan kartun itu di beberapa negara Muslim berujung dengan kerusuhan.

Meskipun kartun tersebut dirilis oleh surat kabar Denmark, Yamani berniat untuk mendaftarkan gugatannya di Inggris. Hal ini ia lakukan karena hukum Inggris mengatur undang-undang pencemaran nama baik yang lebih diberatkan kepada pihak penggugat. Demikian diberitakan The Sunday Times, Senin (22/3/2010).

Kalangan pengacara di Inggris memperkirakan jika Yamani akan mendebatkan pemuatan kartun tersebut di Inggris lewat internet. Kondisi ini menurut kalangan pengacara Inggris dianggap telah mencemarkan nama baiknya klien Yamani yang tinggal di Timur Tengah, Afrika Utara dan bahkan Australia.

Seorang pengacara Inggris Mark Stephens berkomentar mengenai usaha dari Yamani ini. "Keturunan langsung dari Nabi Muhammad memiliki tempat khusus di masyarakat Muslim. Mengkritik ataupun memperolok sosok Nabi Muhammad tentunya dianggap sebuah skandal," ungkap Stephens.

"yang menjadi pertanyaan, apakah hal ini (pemuatan kartun) dianggap sebuah pencemaran nama baik di Inggris?" imbuh Stephens.

Stephens juga menambahkan jika kemungkinan besar para hakim di Inggris akan menolak kasus ini. Ia juga memperkirakan jika saat hakim kasus ini, maka bukan tidak mungkin kasusnya akan berubah dipenuhi dengan aroma politik.

Sebelumnya Yamani sudah memenangkan permintaan maaf dari surat kabar Denmark lain Politiken, yang juga mempublikasikan kartun tersebut. Sementara kartun tersebut diterbitkan pertama kali oleh Jyllands-Posten sebagai kampanye untuk mempromosikan kebebasan untuk berpendapat.

Namun usai penerbitan kartun yang diantaranya memperlihatkan Nabi Muhammad dengan surban berbentuk rudal di kepalanya, membuat kantor dari surat kabar tersebut dipindahkan beberapa kali akibat ancaman. Sementara pembuat kartun itu Kurt Westergaard terpaksa hidup bersembunyi akibat ancaman yang diarahkan padanya. (faj)(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit