Ilustrasi: Ist
BELFAST- Sebuah bom meledak di belakang sebuah barak militer Inggris di Belfast, Irlandia hari ini. Ledakan tersebut terjadi setelah rampungnya pemindahan kekuasaan polisi serta lembaga peradilan dari Irlandia Utara ke Inggris.
Bom itu berasal dari dalam sebuah taksi yang dibajak sebelumnya oleh pelaku.
"Pengemudi taksi tiba-tiba keluar dan meneriakan ada bom. Sesudah itu wilayah tersebut langsung diamankan sebelum bom sempat meledak," ungkap juru bicara pemerintah Kota Belfast, seperti dikutip Reuters, Senin (12/4/2010).
Polisi melaporkan jika seorang warga lanjut usia terluka akibat insiden, yang terjadi di barak militer yang juga menjadi markas Dinas Intelijen Inggris, MI5. Insiden ini berlangsung ditengah perampungan upaya damai di Irlandia Utara.
Rencananya upaya damai akan memasuki proses transfer kekuasaan dari Belfast ke London dan sekaligus pelaksanaan voting oleh parlemen setempat untuk memilih Kepala Pemerintahan di Irlandia Utara, yang akan berlangsung hari ini.
Anggota parlemen yang mengawasi kinerja kepolisian di Irlandia Utara, Basil McCrea menyebutkan pemindahan kekuasaan dari Inggris kepada politisi lokal, akan berlangsung sulit dan menemui tantangan berat. Hal ini disebabkan selama 40 tahun lebih Irlandia Utara berjuang untuk menolak kekuasaan Inggris, kini dengan adanya perdamaian tentunya ada pihak yang merasa tidak puas.
Menteri Luar Negeri Irlandia Utara Shaun Woodward mengecam insiden pengeboman ini. "Transisi demokrasi tidak akan terpengaruh oleh perilaku segelintir orang yang melakukan tindakan kriminal (pengeboman). Aksi ini tidak akan mendapatkan dukungan dari siapapun," tegas Woodward.(faj)