Getting Time...

KTT Sepakati Amankan Material Nuklir

Jum'at, 16 April 2010 09:46 wib
WASHINGTON - Sebanyak 47 pemimpin negara dan kepala pemerintahan yang hadir dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Keamanan Nuklir di Washington, kemarin, sepakat untuk mengamankan material nuklir dalam empat tahun agar teroris tidak menggunakannya sebagai senjata pemusnah massal.

Menurut tuan rumah konferensi nuklir, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, dunia dikotori oleh material nuklir yang tidak terjaga dengan aman sehingga kelompok militan dapat menggunakannya untuk mengancam dunia.

47 mendukung dan bergabung dengan seruan Presiden Obama untuk mengamankan seluruh material nuklir dalam empat tahun serta bekerja jasa untuk menciptakan keamanan nuklir," papar pernyataan bersama para pemimpin negara yang hadir dalam konferensi itu, kemarin.

Semua pihak sepakat memerangi perdagangan nuklir, termasuk melakukan tukar informasi dan pakar dalam deteksi, forensik, dan penegakan hukum. "Kami menyadari perlunya kerja sama antar negara untuk secara efektif mencegah dan merespon insiden perdagangan nuklir ilegal," ungkap mereka.

Mereka juga menggarisbawahi "peran penting" dalam memerangi proliferasi nuklir bersama Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Pada saat bersamaan, peserta konferensi menekankan, peningkatan keamanan tidak boleh melanggar hak semua negara untuk mengembangkan dan memanfaatkan energi nuklir demi teknologi dan tujuan damai. Dalam konferensi itu, Obama menekan China untuk mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap Iran karena program nuklirnya.

Presiden China Hu Jintao menjelaskan dalam konferensi itu bahwa Beijing menentang keras proliferasi persenjataan nuklir, tapi mendukung nuklir untuk tujuan sipil. Obama lantas meminta seluruh negara untuk tidak mudah bicara tapi bertindak.

"Material nuklir dapat dijual atau dicuri dan dimanfaatkan untuk senjata nuklir di puluhan negara," ungkapnya.

Menurut Obama, material radioaktif hanya berukuran sebesar buah apel, tapi dapat menewaskan ribuan orang. "Jaringan teroris seperti Al Qaeda berupaya mendapatkan material itu untuk senjata nuklir. Jika mereka sukses, mereka pasti menggunakannya," katanya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengumumkan rencana anggaran USD2,5 miliar untuk mengurangi plutonium dari program pertahanan. Sedangkan Meksiko, Ukraina dan Kanada berjanji untuk mengurangi uranium yang dapat digunakan untuk senjata atom.

Dalam dua hari konferensi tingkat tinggi, Obama secara pribadi bertemu dengan Hu. AS merupakan negara yang paling berambisi menerapkan sanksi baru DK PBB terhadap Iran. Karena itu, kemarin, Iran secara resmi melayangkan protes ke PBB terkait komentar Obama yang dianggap sebagai "fitnah nuklir."

Dalam surat ke PBB, Iran mempertanyakan "maksud" kebijakan nuklir Washington yang baru dan menganggapnya mengandung ancaman serangan nuklir terhadap Iran.

"Anggota PBB tidak boleh mentoleransi atau membiarakan fitnah nuklir semacam itu di abad ke-21. AS, dalam langkah ilegal, telah menyebut satu negara non-nuklir sebagai target persenjataan atomnya dan merancang rencana militer dengan dasar ini," tulis Iran dalam surat protes tersebut. (Koran SI/Koran SI/Koran SI)(//faj)
TWITTER »
twit