Ilustrasi: Ist
LONDON - Kota-kota mana saja yang memerintah dan mengendalikan dunia? Dengan paramater ekonomi, politik, pengaruh intelektual, dan tempat yang nyaman untuk ditinggali, maka New York, London, dan Tokyo adalah kota yang memenuhi semua kategori tersebut. Itu merupakan hasil survei yang digelar konsultan properti Knight Frank.
Peringkat pertama diduduki New York, kemudian London, Paris, Tokyo, dan Los Angeles. Pada peringkat ke enam, diduduki Brussels, Singapura dan Beijing.
Kota-kota tersebut memiliki kelebihan dalam segi ekonomi yakni pertumbuhan ekonomi yang bagus, pendapatan per kapita, aktivitas pasar modal, dan jumlah pusat bisnis internasional.
Dari segi kekuatan politik, dilihat dari perhitungan pentingnya masing-masing kota dalam peta kekuatan pemikiran opini global, mengindentifikasi dimana kekuatan itu digelar, dan pengaruh politik. Selain itu, faktor pengetahuan dan pengaruh, dimana kota-kota dinilai dari peringkat institusi pendidikan dan fasilitasnya.
Sedangkan kualitas hidup dilihat dari kebebasan pribadi dan politik, sensor, keamanan, kejahatan, stabilitas politik, fasilitas kesehatan, pelayanan publik, transportasi, budaya dan hiburan, iklim serta kualitas lingkungan.
New York berhasil menjadi kota yang paling memiliki pengaruh mengatur dan mengelola dunia. New York mengalahkan London. Sementara, peringkat Berlin melonjak, dimana sebelumnya hanya di urutan 13 menjadi peringkat ke 8.
Padahal, Berlin dianggap tidak memiliki aktivitas ekonomi, kekuatan politik, pengetahuan dan pengaruh. Tetapi Knight Frank menganggapnya sebagai kota yang memiliki kualitas hidup yang bagus ke dua setelah Paris.
Sedangkan Beijing yang sebelumnya pada peringkat 12, kini melonjak ke peringkat 9. Peningkatan tersebut disebabkan kekuatan politik China yang makin menunjukkan giginya. Kemudian, aktivitas ekonomi di kota itu yang semakin keras berputar.
Hanya saja, dalam hal pengetahuan dan pengaruh serta kualitas hidup di Beijing tidak masuk dalam perhitungan. Dalam penilaian kekuatan politik, Beijing melonjak dari peringkat ke tujuh menjadi ke empat dalam jajak pendapat tersebut, mengalahkan London, Paris, dan Tokyo.
Menurut Jonathan Fenby, mantan editor the South China Morning Post, yang menulis dalam laporan tersebut, pada Olimpiade Beijing 2008 merupakan peristiwa maha penting bagi ibukota itu. "China semakin percaya diri sebagai pemain politik dalam percaturan dunia," ujar Fenby.
"Dalam kuran waktu 25 tahun, pertumbuhan ekonomi China terus menunjukkan peningkatan. China juga tetap rendah hati dalam geopolitik, tetapi dengan begitu kini posisi China masih dihargai," paparnya.
Salah satu teman lain yang dibahas pada jajak pendapat ini adalah enam kota dari 10 kekuatan ekonomi dunia berada di Asia. Kota-kota itu adalah Tokyo, Singapura, Hong Kong, Shanghai, Beijing dan Seoul. Namun, hanya Tokyo, Singapura, dan Beijing yang muncul dalam daftar versi Knight Frank.
"Kota-kota yang berkembang di Asia dipengaruh oleh pertumbuhan ekonomi dan pengaruh politik yang luas tidak akan sukses mendorong mereka dalam percaturan lokasi dimana para penduduk yang berpengaruh di dunia untuk menjadikan kota itu sebagai rumah pertama atau kedua," ungkap Liam Bailey, peneliti pemukiman dan penulis laporan Knight Frank. (Koran SI/andika hm)(//faj)