Partai pimpinan Aung San Suu Kyi dibubarkan (Foto: AFP)
YANGON – Partai pimpinan ikon demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD),kemarin malam resmi dibubarkan.
Partai yang selama dua dekade menjadi simbol perlawanan terhadap junta militer itu tumbang karena tidak ikut mendaftar pada pemilihan umum (pemilu) mendatang. NLD menolak mendaftar ulang pada tenggat waktu yang telah ditentukan, yakni 6 Mei dini hari.
NLD sepakat memboikot pemilu yang akan digelar junta militer akhir tahun ini.“Kami memutuskan untuk tidak menurunkan papan partai dan bendera seperti yang diminta Suu Kyi,” ujar anggota NLD Phyu Phyu Thin.
Phyu Phyu Thin mengungkapkan, meskipun pihaknya tidak memiliki kantor pusat, mereka akan tetap melanjutkan perjuangan. “Anggota-anggota kami siap mengorbankan hidup mereka. Masih banyak anggota partai kami yang berada di penjara,”ujarnya. NLD didirikan Suu Kyi pada tahun 1988 setelah terjadi kekerasan melawan junta militer yang menewaskan ribuan orang.
Pada 1990-an, NLD memenangkan pemilu, tetapi hasilnya ditolak junta. Junta baru-baru ini mengeluarkan undang-undang (UU) yang secara resmi membatalkan kemenangan NLD dalam Pemilu 1990.
UU itu juga memaksa NLD memecat Suu Kyi sebagai syarat agar partai itu dapat mendaftar dalam pemilu mendatang. Jika tidak mendaftar hingga 6 Mei,NLD akan dibubarkan. Suu Kyi telah mengajukan gugatan pekan lalu untuk mencabut undang-undang tersebut.
Tetapi, Mahkamah Agung (MA) Myanmar menolak gugatan tersebut. NLD tetap menolak memecat Suu Kyi. NLD pun dibubarkan junta pada kemarin malam.
“Berdasarkan undang-undang, NLD tidak terdaftar sebagai partai politik (peserta pemilu),” ungkap kepala Polisi Myanmar Khin Yi. Juru bicara NLD Nyan Win mengatakan, mereka tidak menyelenggarakan upacara khusus untuk memperingati jam-jam terakhir keberadaan partai.
“Kami tidak memiliki agenda hari ini.Kami tidak memiliki acara yang dijadwalkan di kantor pusat NLD,” paparnya kemarin. Nyan Win menolak menjelaskan kondisi emosi di kepemimpinan partai.Namun, para pengamat menyatakan, ada friksi di antara para pemimpin senior NLD, anggota garis keras, dan golongan muda moderat yang menentang keputusan untuk boikot pemilu.
Sementara itu, anggota senior NLD Khin Maung Swe tidak peduli jika ada spekulasi pendirian partai politik baru. Proses pendaftaran partai politik baru akan dimulai pada hari ini.“Saya mencinta partai ini.Tetapi, saya menghargai keputusan mayoritas. Hari ini merupakan hari terakhir bagi kita,” paparnya. (Koran SI/Koran SI/andika hm)(//faj)