Pembajak Somalia (Foto: AFP)
NAIROBI - Kelompok pembajak kapal Somalia membebaskan sebuah kapal tanker berisi bahan kimia hari ini. Kapal berbendera Inggris tersebut, sebelumnya dibajak pada tahun lalu.
Bebasnya kapal tanker tersebut terjadi setelah pihak pemilik kapal bersedia untuk membayar uang tebusan kepada pihak pembajak. "Pada 13 Mei pagi hari uang tebusan telah diberikan kelompok pembajak yang menahan kapal St.James Park," ungkap Angkatan Laut Eropa (Eunavfor) seperti dikutip Associated Press, Jumat (14/5/2010).
Meski mengakui jika uang tebusan sudah diberikan, pihak Eunavfor maupun pemilik kapal tidak bersedeia menyebutkan berapa jumlah uang tebusan yang diberikan kepada para pembajak.
Kapal tanker seberat 13,924 ton tersebut dibajak saat menuju Thailand dari Spanyol pada 28 Desember silam. Kapal bermuatan bahan kimia ini diawaki oleh 26 kru, tiga dari Filipina, Tiga awak asal Rusia, masing-masing seorang awak kapal dari Georgia dan Polandia. Dua orang awak asal Rumania dan Ukraina juga turut ditangkap, termasuk enam awak kapal asal India serta tiga awak kapal asal Turki.
Eunavfor mengatakan kapal tersebut saat ini dalam perjalanan pulang menuju Inggris. Eunavfor sendiri terus memonitor kepulangan kapal tersebut.
Kelompok pembajak Somalia sudah meraup keuntungan puluhan miliar dolar uang tebusan dari kapal yang mereka bajak di luar perairan Somalia. Maraknya aktifitas pembajakan memaksa kapal untuk memutar menjauhi perairan Somalia yang menjadi wilayah operasi para pelaku pembajakan.
Tetapi langkah para pemilik kapal ini juga diantisipasi oleh pembajak. Mereka juga memperluas wilayah operasi dan melakukan aksi pembajakan hingga ratusan mil dari Pantai Somalia.(faj)