Presiden Obama kembali batalkan kunjungan
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama membatalkan kembali kunjungannya ke Indonesia dan Australia. Bencana tumpahnya minyak mentah di Teluk Meksiko beberapa waktu lalu, diperkirakan menjadi akar penundaan kunjungan tersebut.
Presiden kulit hitam pertama AS tersebut dijadwalkan untuk melakukan kunjungan ke wilayah lokasi bencana, yang dianggap sebagai bencana lingkungan terburuk yang pernah terjadi di Amerika. Kunjungan ke lokasi tumpahan minyak ke Teluk Meksiko ini, merupakan kunjungan ketiga Obama sebagai respons kekhawatirannya atas pencemaran di sekitar tumpahnya minyak mentah dari perusahaan minyak Inggris British Petroleum.
Lawatan Obama ke Indonesia dan Australia awalnya dijadwalkan berlangsung pada Maret, namun rencana tersebut diundur, karena dirinya hendak mendorong disetujuinya undang-undang reformasi kesehatan. Kini masalah pencemaran di Teluk Meksiko membuat Presiden Obama untuk memikirkan kembali prioritas politiknya. Mengingat banyaknya kecaman lambannya pemerintah AS dalam mengatasi masalah ini.
Pihak Gedung Putih melalui juru bicara Robert Gibss memastikan Presiden Obama membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Sebelumnya deputi juru bicara kepresidenan Bill Burton mengakui adanya pertimbangan untuk mengatur ulang jadwal lawatan Obama ke Indonesi dan Australia.
"Terlepas dari spekulasi perjalanan Presiden Obama, rencana lawatan tersebut masih tetap dalam jadwal yang telah ditetapkan," ungkap Bill Burton sebelumnya seperti dikutip The Straits Times, Jumat (4/2/2010).
Rencananya, Presiden Obama akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jamuan makan kenegaraan. Obama juga akan mengunjungi Bali. Sementara di Canberra, Australia, Obama dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kevin Rudd dan akan memberikan pidato di depan Parlemen Australia.(faj)