YERUSALEM - Kabinet Israel akhirnya menyetujui aturan untuk memperlonggar penjagaan blokade ke Wilayah Gaza yang dikuasai oleh Hamas. Dengan aturan ini, bantuan kemanusiaan akan lebih banyak lagi masuk ke Gaza.
"Pemerintah (Israel) akan membebaskan barang untuk warga sipil memasuki wilayah Gaza. Sementara pasokan untuk material yang akan digunakan untuk proyek bagi warga, akan diawasi ketat oleh lembaga internasional," pernyataan Kabinet Israel seperti dikutip AFP, Kamis (17/6/2010).
Tetapi aturan ini juga menekankan jika Israel akan terus melakukan prosedur keamanan guna mencegah masuknya senjata dan peralatan perang lainnya.
Di saat bersamaan 15 anggota Kabinet Israel yang mengurusi bidang keamanan mengharapkan, jika dunia internasional segera bekerja sama untuk membebaskan prajurit Israel yang ditahan oleh Hamas. Prajurit bernama Gilad Shalit tersebut memang sudah ditawan oleh Hamas sejak 2006 lalu.
Blokade terhadap Gaza pertama kali diberlakukan oleh Israel usai penangkapan dari Shalit. Namun aturan blokade tersebut diperketat pada 2007, setelah Hamas menguasai Gaza secara sepenuhnya.
Sejak insiden penyerangan terhadap konvoi kapal berisi bantuan kemanusian ke Gaza 31 Mei lalu, Israel terus ditekan untuk membuka blokade mereka terhadap Gaza.
(faj)