KAIRO - Kelompok jaringan terorisme internasional Al Qaeda kembali mengeluarkan ancaman kepada Presiden Amerik Serikat (AS) Barack Obama, akan ada serangan dahsyat ke AS. Ancaman ini disampaikan oleh juru bicara Al Qaeda yang masih keturunan AS, Adam Gadahn.
Lewat rekaman video berdurasi selama 24 menit yang dirilis Minggu 20 Juni, Adam Gadahn mengajukan, syarat perdamaian antara Al Qaeda dengan AS yakni mengharuskan negeri paman sam itu untuk menghentikan dukungan mereka terhadap Israel dan menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan.
"Jika membandingkan jumlah warga AS yang kami bunuh hingga saat ini, membuktikan kami (Al Qaeda) masih belum mengeluarkan serangan yang lebih dashyat lagi," ungkap Adam Gadahn dalam video rekamannya seperti dikutip Associated Press, Senin (21/6/2010).
"Untuk itu kami tidak akan lagi menahan diri. Meskipun Al Qaeda berhasil dikalahkan, ratusan juta umat muslim dunia akan tetap berdiri melawan Amerika Serikat," lanjut Gadahn.
Dalam kesempatan sama, Gadahn menyebut Presiden Obama sebagai sosok yang menggunakan nama Islam, namun berkelakukan licik dan pandai mengelak. Lebih lanjut dia menambahkan Presiden ke-44 AS tersebut tidak lagi populer seperti saat dirinya baru dipilih pada 2008 lalu.
Sebelumnya Al Qaeda sempat menawarkan perdamaian dengan mantan Presiden AS George W Bush pada 2007 silam, yang meliputi syarat pembebasan seluruh tawanan muslim dan memotong aliran bantuan bagi pemerintahan di negara-negara Timur Tengah oleh AS.
(faj)