YERUSALEM - Seorang diplomat seharus berpakaian rapih untuk karena mereka mewakili negara mereka saat sedang bertugas. Namun hal ini berbeda dilakukan diplomat Israel, mereka menggunakan celana
jeans dan sendal saat bekerja sebagai bagian protes menuntut kenaikan gaji.
Kondisi ini tentunya membuat kontroversi di kalangan masyarakat menyusul tingkah para diplomat. Saat ini diplomat Israel dituntut untuk bekerja keras, guna memulihkan nama Israel usai insiden penyerangan pasukan Israel terhadap kapal berisi bantuan kemanusiaan ke Gaza bulan lalu.
"Sejak beberapa hari ini karyawan kementerian luar negeri menggunakan celana jeans dan sendal saat bekerja, tanpa menggunakan dasi. Hal ini mereka lakukan sebagai protes atas perlakuan yang dilakukan terhadap mereka," ungkap seorang pejabat Kemenlu Israel seperti dikutip AFP, Selasa (29/6/2010).
"Mereka mengikuti perintah dari komite karyawan. Komite itu sebelumnya menuduh bagian finansial telah menunda negosiasi mengenai kenaikan gaji selama enam bulan," lanjut pejabat tersebut.
Kondisi ini menyebabkan kinerja Kemenlu Israel mengalami gangguan. Pada hari Senin 28 Juni lalu, Deputi Menteri Luar Negeri Danny Ayalon terpaksa menerima kunjungan Menlu Rusia Sergei Lavrov tanpa ada upacara resmi. Hal ini disebabkan tidak adanya karyawan yang bersedia mengurus acara tersebut.
Kondisi serupa dialami oleh Uzi Arad, penasihat keamanan Perdana Menteri Israel yang terpaksa membatalkan kunjungannya ke Moskow, Rusia karena pihak Kedubes Israel di Moskow menyatakan tidak mampu menyediakan akomodasi bagi Arad.
(faj)