Getting Time...

Iran Serahkan Bukti CIA Culik Pakar Nuklirnya

Senin, 05 Juli 2010 09:02 wib
Foto : Corbis.com
Foto : Corbis.com
TEHERAN - Iran menyerahkan “bukti” ke Kedutaan Besar (Kedubes) Swiss bahwa pakar nuklir Teheran Shahram Amiri diculik oleh agen intelijen Amerika Serikat (AS). Laporan itu diungkapkan websitePress TVyang berbahasa Inggris, kemarin waktu setempat.

“Bukti terkait penculikan Shahram Amiri oleh CIA (Central Intelligence Agency) telah diserahkan pada Kedubes Swiss di Teheran,” papar juru bicara Kementerian Luar Negeri (kemenlu) Iran Ramin Mehmanaparast. Kedubes Swiss mengelola kepentingan AS di Iran sejak Washington dan Teheran memutus hubungan diplomatik.

“Kami harap berdasarkan kewajiban pemerintah AS, Washington akan mengumumkan hasil investigasi mereka terkait warga negara Iran tersebut,” papar Mehmanaparast.

Pejabat Iran tetap yakin bahwa Amiri diculik agen AS saat berada di Arab Saudi pada tahun lalu. Pada 29 Juni, televisi Iran menayangkan sebuah video yang menunjukkan seorang pria yang mengaku Amiri. Dia mengatakan sedang berusaha melarikan diri dari tangan-tangan agen intelijen AS di Virginia.

“Saya dapat ditangkap lagi pada waktu yang lain oleh agen-agen AS.Saya tidak bebas dan saya tidak diizinkan menghubungi keluarga saya. Jika sesuatu terjadi dan saya tidak dapat kembali ke rumah dalam keadaan hidup, pemerintah AS harus bertanggung jawab,” tandas Amiri dalam video tersebut.

Amiri menambahkan, “Saya minta pejabat Iran dan organisasi yang membela hak asasi manusia (HAM) untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah AS agar membebaskan dan mengembalikan saya ke negara saya,” ujar Amiri yang menyatakan dia bukan “pembelot” Iran. Seorang pejabat AS pada Selasa (29/6) lalu menyangkal tuduhan telah menculik pakar nuklir Iran.

Amiri hilang pada Juni 2009 setelah tiba di Arab Saudi untuk berziarah ke Mekkah.Iran menuduh agen AS menculik dan menahannya dengan bantuan badan intelijen Saudi. Sedangkan jaringan ABC di AS melaporkan pada Maret bahwa Amiri telah membelot dan bekerja sama dengan CIA.Pejabat AS juga menyangkal laporan tersebut. (AFP/Rtr/syarifudin/koran si)(//rhs)
TWITTER »
twit