SANA'A - Sebuah pengadilan Yaman memvonis mati dua militan Al Qaeda, karena membunuh seorang polisi senior dan perwira tentara. Pengadilan kilat ini berlangsung dengan tanpa ada tim pembela bagi kedua tertuduh.
Mubarak El Shabawni dan Mansour Salem langsung meneriakan "Allahuakbar" usai vonis mati tersebut dibacakan oleh para hakim. Ditangkap pada Desember, dua militan dihukum karena melakukan serangan pada 2009, termasuk salah satu yang merenggut nyawa atas pejabat intelijen Yaman selatan. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (7/7/2010).
Yaman, tanah leluhur pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden, memiliki basis pertahanan yang kuat Al Qaeda. Selama bertahun-tahun pemerintah Yaman telah berjuang keras untuk menghadapi kekuatan Al Qaeda yang masih tersisa.
(faj)