Getting Time...

Irlandia Utara Kembali Dilanda Rusuh

Fajar Nugraha
Rabu, 14 Juli 2010 12:18 wib
Kerusuhan di Irlandia Utara (Foto: AFP)
Kerusuhan di Irlandia Utara (Foto: AFP)
BELFAST - Irlandia Utara kembali dilanda kerusuhan, saat warga terlibat bentrok dengan pihak kepolisian di Belfast. Kerusuhan ini merupakan kelanjutan dari insiden yang sudah berlangsung hampir selama tiga hari dan sudah mengakibatkan 82 anggota polisi menderita luka-luka.

Meski mengundang kecaman dari pejabat setempat beberapa pelaku kerusuhan terus memenuhi jalan-jalan Kota Belfast. Tampak banyak pemuda-pemuda di Ardoyne, wilayah pemukiman Katolik di Belfast, melempar bom molotov dan bom pipa ke arah polisi. Mereka juga membangun barikade yang disulut dengan api. Demikian diberitakan AFP, Rabu (14/7/2010).

Polisi pun membalas serangan dari para perusuh ini dengan menggunakan tembakan water cannon. Kendati demikian tidak ada korban terluka ataupun tewas yang dilaporkan dalam kerusuhan baru ini. 

Sebelumnya kerusuhan yang sudah berlangsung selama hampir tiga hari ini, telah menyebabkan 86 anggota Kepolisian Irlandia Utara mengalami luka-luka.

Kerusuhan ini muncul saat berlangsungnya festival keagamaan dari warga Kristen Protestan Irlandia Utara. Parade yang dilakukan oleh warga Protestan ini sepertinya tidak diterima oleh warga Katolik setempat saat parade tersebut melewati wilayah pemukiman, yang dominan dihuni oleh warga Katolik Belfast.

Pada akhirnya bentrokan pun tidak dapat dihindari antara kedua kelompok warga tersebut. Warga Kristen Protestan yang mendukung Pemerintah Inggris pada akhirnya terlibat bentrok dengan kelompok warga Katolik, yang menginginkan kemerdekaan Irlandia Utara dari Inggris.

Tak pelak kerusuhan ini mengundang kecaman dari tokoh dari kedua belah pihak yang pada saat ini terus mengusahakan unifikasi dari kedua kelompok warga yang bertikai tersebut. 

First Minister Irlandia Utara Peter Robinson dan Deputinya Martin McGuinnes mengecam aksi kekerasan tersebut sambil mengatakannya sebagai upaya untuk mencegah warga Irlandia Utara meraih kehidupan moderen yang damai.

McGuinness yang berasal dari Partai Katolik Sinn Fein, menyatakan jika pertikaian ini harus diselesaikan dengan cara dialog dan perjanjian konstruktif.  
(faj)
TWITTER »
twit