TEHERAN - Setidaknya 22 orang, termasuk pasukan Garda Revolusi tewas beserta 100 lainnya menderita luka-luka dalam dua serangan bunuh diri di Masjid Muslim Syiah, kota Zehedan, Iran. Serangan ini diduga dilakukan oleh sebuah kelompok pemberontak Muslim Sunni Iran.
Kelompok pemberontak Muslim Sunni, Jundollah mengakui, jika pihaknya berada di balik serangan ini. Pengakuan ini didapatkan oleh Televisi Arabiyeh lewat sebuah email yang dikirimkan kepada mereka.
Kelompok Jundollah mengatakan, dua aksi bom tersebut merupakan balasan atas eksekusi pemimpin mereka, Abdolmanek Rigi pada Juni lalu.
Rigi dihukum gantung setelah dinyatakan bersalah terkait aksi penyerangan lainnya. Sementara Jundollah sendiri mengklaim, pihaknya berjuang demi kaum Muslim Sunni. Deputi Menteri Dalam Negeri Iran Ali Abdolallahi menyatakan, jika sebagaian besar korban tewas dalam insiden ini merupakan pasukan garda revolusi Iran. Demikian diberitakan FARS, Jumat (16/7/2010).
Serangan bom ini juga membuat beberapa kerusakan di sekitar lokasi kejadian. Ledakan kedua setidak merusak sebagian bangunan dari Masjid Agung Iran.
Pemerintah Iran, yang dikuasai oleh kelompok Muslim Syiah, menangkap Rigi pada Februari. Empat bulan setelah kelompok Jundollah mengaku jika mereka berada di balik serangan terhadap pasukan Garda Revolusi, yang menewaskan puluhan warga termasuk 15 anggota Garda Revolusi Iran sendiri.
Sementera Menlu AS Hillary Clinton di Washington, Amerika Serikat, mengutuk aksi serangan yang mematikan ini. Clinton pun meminta agar pelaku pengeboman untuk bertanggung jawab.
(faj)