Getting Time...

Badai Chanthu Mulai Mengancam

Jum'at, 23 Juli 2010 10:41 wib
Banjir di China (Foto: AFP)
Banjir di China (Foto: AFP)
CHINA – China bersiap menghadapi serangan badai kedua. Badai ini kurang dari satu pekan lalu menyebabkan banyak kematian akibat banjir dan tanah longsor hingga 300 korban jiwa. 

Badai tropis Chanthu yang mulai menyerang sebagian wilayah China sejak kemarin diperkirakan akan menyebabkan tanah longsor di Provinsi Guangdong dan Hainan.

Kondisi ini diperkirakan akan semakin parah setelah badai itu melewati laut China Selatan. Berdasarkan laporan kantor berita resmi Xinhua, pemerintah telah menyarankan agar warga tetap tinggal di dalam rumah.

Pekan lalu badai Topan Concon menghantam tempat peristirahatan di Hainan, yang menewaskan dua orang sebelum topan itu menuju ke Vietnam. Badai tropis ini juga membuat China bagian tengah dan selatan telah mengalami penderitaan yang sangat besar akibat serangan badai setelah sebelumnya hujan sangat deras. Banjir di China selatan biasanya terjadi pada musim hujan.

Namun,tahun ini banjir tercatat menjadi bencana terburuk selama lebih dari 20 tahun terakhir. China terakhir kali mengalami banjir terburuk pada 1998. Setidaknya 273 orang tewas akibat hujan deras yang terus turun bulan ini.

Angka ini menambah jumlah korban tewas hingga 701 orang tahun ini. Sedangkan 347 orang masih dinyatakan hilang. Administrasi Meteorologi China mengingatkan Topan Chanthu akan mengguncang Guangdong, Hainan, dan Guangxi lebih dahsyat lagi.

Televisi pemerintah pun menggambarkan besarnya gelombang badai yang menghantam Pantai Guangdong yang membuat jalur elektronik, telekomunikasi, dan air putus di beberapa daerah. Guangdong dan Guangxi adalah dua dari sebagian wilayah di China yang mengalami hujan lebat dan banjir parah yang telah menewaskan banyak korban selama beberapa minggu. 

Kondisi ini juga membuat status pantai dan laut mereka meningkat menjadi posisi yang membahayakan. Kementerian sipil menyatakan sekitar tiga juta orang telah dievakuasi akibat badai topan ini. Pemerintah juga memperkirakan kerugian ekonomi hingga 142 miliar yuan akibat badai topan. 

Sementara itu,Wakil Menteri Sumber Daya Air Liu Ning mengatakan, lebih dari 230 sungai telah naik tingkatannya menjadi status membahayakan.Saat ini musim topan telah tiba. Setidaknya 6-8 topan diperkirakan akan menerjang China sepanjang tahun ini. Adapun kondisi parah juga diramalkan akan terjadi di wilayah Yangtze, yang akan menjadi kondisi terburuk sejak 1998.

Namun, Liu menegaskan,hal itu tidak akan terjadi karena pemerintah telah mempersiapkan diri lebih baik lagi sejak 1998. Selain itu, tingkat volume air pada umumnya juga tidak terlalu tinggi meski beberapa sungai telah mencapai batas maksimal tahun ini. 

Dia memastikan tim penyelamat akan berjuang terus menolong masyarakat yang terkena banjir tersebut. Sejak 1998 kapasitas bendungan Three Gorges Dam telah ditingkatkan secara besar-besar. (Koran SI/Koran SI/susi) 
(//faj)
TWITTER »
twit