Ilustrasi : Corbis.com
BEIJING - Kecelakaan tambang lagi-lagi kembali terjadi di China. Kali ini 13 orang pekerja tambang yang sebelumnya dilaporkan terjebak akbibat banjir, dipastikan tewas di dalam tambang batu bara yang berada di wilayah barat laut China.
Pihak berwenang telah mengeluarkan jasad para korban dari tambang tersebut. Lima jasad terakhir berakhir dikeluaran Jumat dini hari waktu setempat, dari tambang yang terletak di Kota Jiuquan, Provinsi Gansu tersebut. Demikian diberitakan AFP, Jumat (23/7/2010).
Jumlah tambang batu bara China yang banyak menyebabkan pemerintah kewalahan melakukan pengawasan ketat. Umumnya kecelakaan terjadi karena pemiliki mengabaikan aturan keselamatan, korupsi dan alasan efisiensi saat permintaan akan hasil tambang terus melonjak tinggi.
Sekira 70 persen kebutuhan listrik di Negeri Tirai Bambu tersebut dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga batubara. Tahun lalu, total 2,631 pekerja tambang tewas akibat kecelakaan. Jumlah ini menurut kelompok serikat pekerja independen China jauh lebih sedikit dari yang seharusnya dilaporkan.
Meskipun Pemerintah China terus mengumbar janji untuk menerapkan sanksi tegas atas pemilik tambang yang melakukan pelanggaran, tetap kecelakaan masih terus terjadi. Pekan lalu saja lebih dari 50 pekerja tambang tewas dalam empat insiden kecelakaan tambang terpisah.(rhs)