CHANGCHUN – Lebih dari 30.000 orang terjebak banjir di Kota Kouqian, China timur laut, akibat hujan lebat yang terus terjadi hingga kemarin. Bencana itu mengakibatkan jaringan telekomunikasi putus.
Lebih dari 200 penyelamat dikirimkan ke kota tempat Pemerintahan Daerah Yongji berada.Pejabat pengendali banjir provinsi dan tim pemulihan bencana terus bekerja keras mengevakuasi korban dan mengirimkan bantuan.
“Stasiun kereta Kougian terkepung air bah hingga lebih dari 80 penumpang dan pegawai stasiun terjebak di dalamnya akibat meluapnya Waduk Xingshan,” papar pejabat pemerintah setempat.
Menurut pemerintah, hujan badai yang terjadi di wilayah bagian atas mengakibatkan Sungai Wende dancabangSungaiSonghuameluap dan menyebabkan banjir di Kouqian.
Kepala Partai Komunis Jilin Sun Zhengcai dan Gubernur Wang Rulin terjun ke lokasi bencana untuk memimpin proses penyelamatan dan pemulihan secara langsung.
Hujan badai yang menyapu 85 kota di Jilin dan mengakibat-kan banjir di kota-kota Tonghua dan Changchun, merupakan bencana terbesar yang terjadi di kawasan itu.
“Curah hujan yang terjadi selama 24 jam terakhir mencapai 200 milimeter dibeberapa kawasan hingga pukul 09.30 (waktu setempat),” papar Zhu Qiwen, deputi kepala Badan Meteorologi Provinsi Jilin.
Di wilayah tetangga, Provinsi Liaoning, empat orang tewas akibat tanah longsor yang dipicu hujan lebat pada Selasa pagi 27 Juli di Kota Dandong,Kuandian.
“Lebih dari 10.000 orang harus dipindahkan demi alasan keselamatan,”kata Jia Fuyuan,direktur Kantor Pusat Pemulihan Kekeringan dan Kontrol Banjir Liaoning.
“Hujan badai menghancurkan tiga per lima jembatan dan lebih dari 666 hektar tanaman gagal panen di Kota Dandong selama tiga hari terakhir.”
Pusat Meteorologi Nasional China menjelaskan, hujan lebat akan terus terjadi di utara Liaoning, pusat Jilin, dan selatan Provinsi Heilongjiang yang berbatasan dengan Liaoning dan Jilin. Hujan lebat itu diperkirakan dapat mengakibatkan banjir lebih luas dan tanah longsor.
Pada Senin 26 Juli,Wakil Perdana Menteri (PM) China Hui Liangyu menyerukan peningkatan upaya pengendalian banjir yang kini terjadi.
Dalam rapat yang membahas banjir Hui menegaskan bahwa ada tugas sangat penting untuk mengamankan pembangunan sosial, mempromosikan ekonomi nasional,dan keamanan pangan.
Tugas itu semakin berat sejak hujan lebat yang mengakibatkan banjir di sepanjang aliran Sungai Liaohe dan cabang Sungai Kuning dan Songhua. (Koran SI/Koran SI/syarifudin)
(//faj)