Samantha Power (Foto: news.harvard.edu)
JAKARTA - Penasihat khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Samantha Power menyebutkan Indonesia terus berkembang dalam penerapan demokrasi. Menurut Power, kekuatan Indonesia ini dapat menjadi pemimpin demokrasi sekaligus pejuang HAM dunia.
Hal itu diutarakan saat melakukan kunjungannya ke Indonesia, pada sebuah acara diskusi bertajuk Modernisator Speaker Forum, di Graha Niaga, Jakarta (2/8/2010) malam.
Dia menyebutkan Indonesia membutuhkan tiga hal untuk menjadi pemimpin demokrasi dan HAM di dunia.
“Ada tiga alasan mengapa Indonesia harus menjadi pemimpin global dalam bidang demokrasi dan HAM. Yakni, memiliki ketertarikan pribadi, solidaritas dan kepemimpinan internasional,” ungkap Power.
Lebih lanjut wanita lulusan Harvard Law School dan Yale University ini menyebutkan, secara personal, argumen mengenai kedaulatan dan tidak mencampuri urusan negara lain tidak memiliki tempat di abad 21.
Menurut Power hal ini dikarenakan seluruh pemerintahan di dunia terus melakukan hubungan kerja sama. Konflik regional tidak akan pernah terpecahkan jika hak minoritas tidak dihargai secara penuh oleh tiap negara.
Mengenai solidaritas, Power menilai semua negara yang dipimpin oleh rezim represif, membutuhkan solidaritas serta perhatian dari Indonesia. Pengalaman Indonesia yang dipimpin oleh rezim represif menjadi pengalaman penting dalam menjadi pemimpin demokrasi dan HAM dunia.
Kepemimpinan Indonesia dianggap dapat membuat perubahan di dunia internasional. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia, Indonesia memiliki peran penting yang tidak dapat digantikan.
Sebagai contoh dalam bidang ekonomi, Indonesia menjadi negara berkembang yang penting dalam kerja sama mengatasi krisis ekonomi global. Negara-negara maju yang tergabung dalam G-8 telah memberikan jalan luas kepada negara-negara G-20 dalam Forum Ekonomi Dunia.
Untuk menjaga Indonesia tetap dalam jalur menuju kepemimpinan dunia, tergantung pada kondisi demokratis di Indonesia. Hal ini tergantung pada fondasi demokrasi yang telah dibangun oleh Indonesia sejak lama.
(faj)