Samantha Power (Foto: Fajar Nugraha/ Okezone)
JAKARTA - Samantha Power yang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Amerika Serikat Barack Obama, berkunjung ke Jakarta, Indonesia. Kunjungan Power ini dimaksudkan untuk membuka kesempatan melihat langsung proses demokrasi di Indonesia.
Menurut Direktur Misi USAid Walter North kunjungan Power dapat diartikan sebagai upaya peningkatan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia.
Menurutnya salah satu penasihat Presiden Obama tersebut dapat melihat langsung perbandingan pelaksanaan demokrasi di Indonesia dan AS.
Berikut wawancara singkat dengan Walter North, dalam acara Modernisator Speaker Forum, di Graha Niaga, Jakarta (2/8/2010) malam.
Apa maksud kedatangan Samantha Power ke Indonesia?
Kunjungan ini menjadi kesempatan nyata bagi salah satu penasihat Presiden Obama untuk berbicara langsung mengenai visi demokrasi AS dan melihat perkembangan pelaksanaan demokrasi di Indonesia.
Apakah AS akan terus melakukan kerja sama baru dengan Pemerintah Indonesia?
Saya kira bukan hanya kerja sama baru, melainkan mengembangkan kerja sama yang lebih luas. Indonesia memiliki kemajuan yang pengalaman dan peran serta masyarakat dalam menerapkan demokrasi.
Amat sayang jika prestasi Indonesia tidak dapat dibagi dengan dunia internasional, khususnya terhadap negara yang tidak memiliki kesempatan merasakan demokrasi.
Kira-kira apa yang akan disampaikan oleh Samantha Power dalam diskusi ini?
Sepertinya Samantha Power akan menegaskan kembali komitmen Pemerintahan Obama kepada Indonesia. Termasuk visi untuk meningkatkan kerja sama antara AS dan Indonesia dalam segala bidang.
Bagaimana menurut Anda mengenai perkembangan demokrasi diIndonesia?
Indonesia menjadi contoh negara amat mengagumkan, seluruh dunia melihat keberhasilan Indonesia dalam menerapkan demokrasi. Saya kira Indonesia harus membagi pengalaman tersebut kepada dunia.
(faj)