Getting Time...

Ahmadinejad Tetap ke AS

Jum'at, 06 Agustus 2010 09:20 wib
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (Foto: AP)
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (Foto: AP)
WASHINGTON – Mau ada bom yang dimaksudkan untuk membunuh atau hanya sebuah petasan, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tetap akan berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pada bulan depan.

Hal itu menunjukkan bahwa Ahmadinejad tidak takut dengan berbagai insiden yang membahayakan nyawanya. Para pejabat Iran telah mengajukan visa ke AS dan pasti akan diberikan jaminan. 

Rencananya, Ahmadinejad akan menghadiri sesi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, bulan depan. Washington tidak menanggapi lebih jauh serangan terhadap Ahmadinejad itu. 

“Kami belum bisa berkomentar mengenai apa yang terjadi,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS P J Crowley. 

Sementara Shahin Gobadi,juru bicara gerakan Mujahideen e Khalq yang berbasis di Paris,membantah keterlibatan mereka. Gerakan yang didanai kelompok Marxist ini menyatakan pihaknya tidak mengetahui rencana pembunuhan tersebut. “Itu tidak ada kaitannya dengan kami,”paparnya. 

Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, menyatakan media asing memanfaatkan insiden ledakan kecil yang terjadi di dekat rombongan Ahmadinejad saat mengunjungi Kota Hamedan hanya memprovokasi. 

IRNA menyebut media asing telah membuat berita bohong bahwa ledakan tersebut berasal dari sebuah granat atau bom. “Beberapa media asing mencoba mengambil keuntungan dari insiden ini, sesuai dengan tujuan mereka,” demikian keterangan IRNA.

Versi mereka,kejadian yang sesungguhnya adalah ada seorang pemuda yang bersemangat dari Kota Hamedan yang meledakkan sebuah petasan untuk mengungkapkan kebahagiaannya menyambut kedatangan Ahmadinejad di kota itu. 

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Kepala Kepolisian Iran,Ahmad Reza Radan.Menurut dia, beberapa media asing ingin mengeksploitasi situasi tersebut untuk membuat berita palsu. 

“Ini merupakan kebohongan besar yang dilakukan oleh media asing,”kata Radan. Sementara dalam pandangan analis keamanan Juan Zarate, Ahmadinejad berusaha memainkan ancaman terhadap dirinya. 

Tujuannya, Ahmadinejad ingin mencari simpati. “Ancaman terhadap rezim Iran merupakan sinyal bahwa sebenarnya dia merasa bahwa memang ada ancaman,” ujarnya. (Koran SI/Koran SI/ andika hm) 
(//faj)
TWITTER »
twit