GOERLITZ – Setelah Pakistan,kini giliran kawasan tengah Eropa yang dilanda banjir besar. Sejak akhir pekan lalu,sedikitnya 14 orang tewas dan beberapa lainnya hilang akibat banjir tersebut.
Tidak seperti biasanya,hujan terus mengguyur beberapa negara dunia pada pertengahan Agustus ini. Hujan deras selama berhari-hari akhirnya turut melumpuhkan kawasan Eropa pusat.Air sungai meluap dan tanggul tidak lagi bisa menampung kuota air.Akibatnya, beberapa negara di Eropa pusat terendam banjir.
Dilaporkan, beberapa bendungan di Polandia, Jerman, serta Republik Ceko dan Lithuania bobol. Air memasuki kota tanpa bisa diprediksi sebelumnya. Warga yang panik tidak sempat menyelamatkan barang-barang.
Tiga warga di barat daya Polandia dikabarkan tewas. Menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Polandia, Jerzy Miller,ketiganya menetap di daerah perbatasan dengan Jerman dan Republik Ceko.
Di tempat lain, dua orang perempuan terseret air yang tiba-tiba memasuki Kota Bogatynia. Selain itu,disampaikan juru bicara pemadam kebakaran setempat, Pawel Fratczak, seorang anak buahnya ikut terseret banjir. Sabtu 7 Agustus waktu setempat, tak kurang dari 700 warga Polandia dievakuasi dari kawasan tempat tinggalnya. Kabar lain datang dari Jerman.
Sungai Neisse yang memisahkan Jerman dari Polandia meluapkan air dalam jumlah besar.Hanya dalam beberapa jam, air merendam kota kembar, Zgorzelec-Goerlitz dekat perbatasan Jerman.“Kami tidak sempat mempersiapkan diri untuk itu (banjir),” kata wali kota Goerlitz, Michael Wieler kepada stasiun televisiN24,Jerman.
Air terus meninggi sehingga warga Goerlitz kelimpungan. Ketinggian air Sungai Neisse naik hingga 7,07 meter.
Ketinggian air yang tiga kali lebih besar dari level normal itu telah memecahkan rekor ketinggian air sebelumnya pada tahun 1912 silam. Hingga kemarin, lebih dari 1.700 personel tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi warga.
Evakuasi diprioritaskan terhadap warga lanjut usia.Menurut personel pemadam kebakaran Goerlitz, penduduk lanjut usia kerap mengkhawatirkan kondisi rumah mereka,pun dalam proses penyelamatan. Hingga kini dilaporkan, sedikitnya 1.500 warga telah dilarikan keluar dari Kota Goerlitz.
“Mereka terus menanyakan kondisi rumah serta binatang peliharaannya,” ujar personel pemadam kebakaran Goerlitz, Christoph Wiesener. Selain Goerlitz,Kota Neukirchen dekat Chemnitz, tenggara Jerman ikut terendam banjir. Sabtu 7 Agustus lalu, sedikitnya tiga warga Neukirchen dilaporkan terseret air dan hingga kini belum diketahui nasibnya.
Sementara itu, beberapa kota di Republik Ceko juga dihantam bencana banjir. Sabtu 7 Agusuts lalu, tiga orang terseret banjir dan seorang lain dikabarkan tewas.Korban tewas bukan karena terseret banjir. Kepada AFP, juru bicara ambulans setempat,Lenka Moravcova menyatakan, korban tewas karena stres melihat air memorakporandakan rumahnya.
Disampaikan pejabat Republik Ceko, tiga warga dinyatakan hilang dengan kesempatan hidup yang sangat kecil. Di Liberec, 100 kilometer sebelah utara Praha, ribuan warga diperintahkan keluar dari rumah.
Mereka dievakuasi karena air terus meninggi. Sepanjang pekan, hujan disusul banjir juga telah menewaskan empat warga Lithuania.Tahun ini bencana banjir hebat telah tiga kali menghantam Eropa. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/ika)
(//faj)