Getting Time...

Tahanan Iran Disiksa Supaya Akui Kesalahan

Fajar Nugraha
Jum'at, 13 Agustus 2010 17:35 wib
LONDON - Kasus vonis hukuman mati seorang perempuan Iran yang dituduh terlibat pembunuhan suaminya, berbuntut panjang. Pengacara perempuan tersebut menyatakan, jika perempuan itu disiksa terlebih dulu sebelum akhirnya mengakui perbuatannya.

Pengacara dari Sakineh Mohammadi-Ashtiani menyatakan, kliennya terpaksa mengaku seluruh perbuatannya setelah menjalani proses penyiksaan di Penjara Tabriz tempat dia dipenjara selama empat tahun terakhir. 

"Dia selalu dipukuli disiksa hingga dirinya mengakui perbuatannya. Semua itu direkam di depan kamera," ungkap Houtan Kian, pengacara Sakineh Mohammadi-Ashtiani seperti dikutip AFP, Jumat (13/8/2010).

Kian khawatir jika pihak berwenang Iran akan mempercepat hukuman mati yang dijatuhkan kepada Sakineh yang akan menjalani hukuman gantung. 

Sebelumnya Sakineh akan menjalani hukuman mati dengan dilempari batu hingga tewas, namun hukuman itu dibatalkan setelah dunia internasional mengecamnya. 
(faj)
TWITTER »
twit