Getting Time...

China Perkuat Kekuatan Militer

Rabu, 18 Agustus 2010 10:02 wib
Foto: AFP
Foto: AFP
BEIJING – China meningkatkan anggaran militernya seiring dengan kasus Taiwan dan negaranegara di sekitarnya. China juga memperkuat militernya sehingga memiliki kemampuan hingga menghantam Taiwan dan wilayah Amerika Serikat (AS) yakni Guam. 

Itu disampaikan langsung dalam laporan tahunan Pentagon kepada Kongres. Pentagon menyebutkan bahwa China terus meningkatkan investasinya termasuk senjata nuklir,rudal jarak jauh,kapal selam, pesawat tempur, dan perang cyber. 

China pun berani mengirimkan kapal perangnya ke wilayah yang rawan seperti perairan Somalia untuk memerangi perompak.

Barubaru ini China mengirimkan kapalnya ke wilayah kepulauan Jepang. Aksi Beijing itu cukup mengkhawatirkan Washington sebagai kekuatan yang dominan di dunia untuk tetap memperkuat militernya di Asia Pasifik. 

“Keseimbangan pasukan militer di wilayah selat (Taiwan) terus berlanjut dengan dukungan kekuatan dari (China) daratan,” demikian tulis laporan Pentagon tersebut. 

Pentagon mengatakan, peningkatan kekuatan militer China di Selat Taiwan terus berlanjut kendati hubungan politik dan perdagangan antara kedua negara membaik. China tidak mengakui keberadaan Taiwan sebagai sebuah negara. Beijing tetap menganggap Taipei sebagai bagian wilayahnya yang membangkang. 

Laporan ini tertunda selama lima bulan di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan China akibat masalah Google dan dukungan AS atas Taiwan.

AS awal tahun ini sepakat menjual USD6,4 miliar paket senjata pesanan Taiwan yang membuat China berang.Taiwan mengatakan, mereka memantau ketat perkembangan pertahanan China setelah mengetahui laporan AS. 

“China tidak menyerah dalam menggunakan kekuatan terhadap Taiwan dan kami memonitor perkembangan militer China. Kami ingin agar publik mengetahuinya,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Yu Sy-tue. 

Militer AS dalam laporannya menyebutkan, China sudah melihat kemungkinan jangkauan di luar Taiwan. 

China pun melanjutkan proyek lama militer yakni membangun sebuah rudal jarak jauh yang memiliki daya jangkau hingga kapal induk AS di Pasifik. 

Bisa dikatakan,fokus militer China adalah mengubah keseimbangan militer Asia Timur.Dengan demikian, China dapat memiliki kekuatan yang mampu melakukan berbagai operasi militer di Asia jauh melampaui Taiwan. 

“China tengah membangun rudal dengan jarak jangkau yang lebih jauh, namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur teknis agar senjata itu dapat digunakan,” demikian tutur pejabat militer AS yang turut menyusun laporan tersebut. 

Pentagon sebenarnya ingin berdialog dengan China untuk menghindari kesalahan kalkulasi antara kedua militer. “Kita siap bekerja sama dengan China. 
Mereka juga siapa bekerja sama dengan kita,”ujar pejabat yang tidak mau disebutkan namanya. 

Jepang dan Vietnam, yang keduanya memiliki ketegangan sejarah dengan China, telah melaporkan insiden meningkatnya kekuatan militer China dalam beberapa bulan terakhir.Laporan itu meramalkan China mungkin akan meningkatkan patroli di Laut China Selatan. 

Pada Maret tahun ini China menyatakan meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 7,5% menjadi 532,1 miliar yuan atau USD77,9 miliar. Pentagon memperkirakan secara keseluruhan pengeluaran militer China berjumlah lebih dari USD150 miliar pada 2009, termasuk anggaran yang belum dirilis ke publik.

Jumlah ini masih jauh di bawah anggaran pertahanan AS yang terbesar di dunia yakni mencapai USD700 miliar lebih pada tahun anggaran 2009 yang dimulai pada Oktober. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/andika hm) 
(//faj)
TWITTER »
twit