Getting Time...

Iran Siap Berdialog Soal Nuklir

Fajar Nugraha
Jum'at, 20 Agustus 2010 11:29 wib
Presiden Mahmoud Ahmadinejad inspeksi fasilitas nuklir (Foto: AFP)
Presiden Mahmoud Ahmadinejad inspeksi fasilitas nuklir (Foto: AFP)
TOKYO - Iran mengaku siap untuk melakukan pembicaraan dengan negara lain, mengenai program nuklirnya. Pembicaraan ini khususnya mengenai perjanjian pertukaran bahan bakar dengan nuklir Iran.

"Iran siap untuk melakukan pembicaraan dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman, mengenai pertukaran pengayaan uranium pada akhir Agustus atau awal September mendatang," ungkap Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad seperti dikutip Yomiuri Shimbun, Jumat (20/8/2010).

Dalam wawancara dengan Yomiuri Shimbun, Ahmadinejad mengisyaratkan negaranya bisa saja menghentikan program pengayaan nuklir mereka yang seringkali dianggap kontroversial oleh negara-negara barat. 

Namun Ahmadinejad baru akan mewujudkan tersebut jika sudah ada kesepakatan untuk menjamin aliran bahan bakar untuk Iran.

"Kami berjanji akan menghentikan program pengayaan uranium hingga 20 persen jika pasokan bahan bakar dapat dijamin. Kami memiliki hak untuk melakukan pengayaan uranium. Iran tidak pernah memprovokasi untuk melakukan perang ataupun membuat bom nuklir," tandas Ahmadinejad.

Komentar Ahmadinejad ini dikeluarkan menyusul komentarnya pada awal bulan lalu yang mendesak Amerika Serikat untuk ikut serta dalam perundingan mengenai pergantian bahan bakar dengan uranium ini. 

Sebelumnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khomeini mengatakan, segala bentuk pembicaraan dengan sekutu AS hanya dapat dilakukan jika AS bersedia mencabut sanksi atas Iran.

Ahmadinejad sendiri menyatakan, rakyat Iran amat mendukung dialog, Tetapi sepatutnya dialog tersebut harus dilakukan dengan adil dan rasa hormat yang setara. 
(rhs)
TWITTER »
twit