Getting Time...

Pakistan akan Tergantung Bantuan Bertahun-tahun

Senin, 23 Agustus 2010 14:01 wib
Korban banjir Pakistan (Foto: Reuters)
Korban banjir Pakistan (Foto: Reuters)
 ISLAMABAD – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon memuji kepedulian komunitas global dalam membantu korban banjir di Pakistan. 

Namun, dia mengingatkan, rakyat Pakistan akan tetap membutuhkan bantuan selama beberapa tahun ke depan akibat bencana alam tersebut. Hingga kemarin,jumlah bantuan yang terkumpul untuk Pakistan mencapai USD500 juta. Ban secara khusus mengingatkan supaya bantuan segera disalurkan. 

”Pakistan membutuhkan bantuan untuk jangka waktu tahunan,” paparnya. PBB melalui Financial Tracking Service (FTS) terus memberikan laporan terbaru tentang dana kemanusiaan bagi Pakistan. Disebutkan, hingga Jumat 20 Agustus, jumlah dana telah memasuki angka USD490,7 juta. Sedangkan USD325 juta lainnya telah dijanjikan. 

Dari sekian banyak negara pendonor, AS disebut sebagai penyumbang terbanyak, disusul Arab Saudi dan Inggris. Inggris telah menyumbangkan dana sebesar USD34,7 juta. Selain itu Australia sudah mengucurkan sumbangan senilai USD26,6 juta dan Komisi Eropa USD18,6 juta. 

”Tampaknya donasi terus meningkat, karena korban yang membutuhkan bantuan juga terus meningkat,” papar juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Islamabad,Maurizio Giuliano. 

Menurut data terakhir, bencana banjir telah menewaskan sedikitnya 1.500 rakyat Pakistan. Lokasi bencana terparah berada di provinsi Sindh dan Punjab. 

Dua hari lalu,pemerintah distrik Kashmore di selatan provinsi Sindh melaporkan, sebuah tiang listrik transmisi berdaya 11.000 kilowatt rubuh dan menghantam iringan gerobak yang sedang melaju di bawahnya.

Akibatnya, enam orang tewas dan 25 lainnya terluka. Tindakan pemulihan pasca banjir oleh pemerintah dianggap lamban sehingga membuat warga Pakistan geram. 

Mereka menganggap pemerintah Pakistan tidak punya skala prioritas dalam penanggulangan bencana.  Kini, pemerintahan sipil Pakistan semakin lemah karena mendapat banyak kecaman.Banjir itu mengakibatkan banyak nyawa melayang dan kerusakan luas. 

Bencana itu telah menyebabkan kerugian material hingga USD43 miliar. Menyadari perekonomian Pakistan tengah amburadul, Badan Moneter Internasional (IMF) berencana mengadakan pertemuan di Washington, AS. Dalam pertemuan tersebut, IMF akan berdiskusi dengan pejabat Pakistan terkait bantuan dana untuk memperbaiki infrastruktur di kawasan bencana. 

Dugaan beberapa pengamat, pemerintah Pakistan bakal meminta IMF menurunkan bunga pinjaman atas utang sebesar USD10 miliar yang diberikan kepada Pakistan pada tahun 2008 lalu. 

Dan sebagian besar korban banjir masih bertahan di permukiman mereka yang terendam banjir dengan kondisi serba terbatas. 

Mereka mulai kekurangan makanan dan air bersih.Kondisi ini memudahkan berjangkitnya beberapa penyakit, seperti kolera, tipus serta hepatitis. Dilaporkan PBB, jumlah korban yang bertahan hidup di luar tempat penampungan telah bertambah hingga enam juta jiwa. 

Padahal, sekitar 10 hari lalu jumlahnya berkisar dua juta warga. ”Sejak 11 Agustus, jumlahnya bertambah tiga kali lipat. Kini kita harus berpacu dengan waktu,” tandas Giuliano. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/ika) 
(//faj)
TWITTER »
twit