Getting Time...

Evakuasi Besar-besaran di Pakistan

Selasa, 24 Agustus 2010 10:31 wib
Korban banjir Pakistan (Foto: Reuters)
Korban banjir Pakistan (Foto: Reuters)
KARACHI – Pakistan dan China masih berduka.Banjir masih menggenang di beberapa kawasan sehingga pemerintah terpaksa melakukan evakuasi besar-besaran.

Minggu 22 Agustus waktu setempat, pemerintah Pakistan mengevakuasi ratusan ribu penduduk di kawasan selatan. Selain itu, dilaporkan sebanyak 2,5 juta warga Hyderabad selamat dari bencana banjir.Hingga kini,jumlah korban banjir mencapai 1.500 orang. 

Sementara, total warga yang menderita kerugian mencapai 20 juta orang. Belum lagi ancaman penyakit yang bisa kapan saja menyerang para pengungsi di tempat pengungsian. 

Keterbatasan makanan serta air minum higienis memudahkan wabah kolera, typhus serta hepatitis berjangkit di Pakistan. Bencana yang sangat memprihatinkan ini mestinya membuat pemerintah Pakistan berbenah. Selama ini, warga merasa pemerintah terlalu lamban bergerak. 

Ditambah lagi, saat bencana terjadi hingga beberapa hari sesudahnya, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari berada di luar Pakistan. Terang saja warga marah. Mereka menganggap pemerintah kurang cermat dalam menentukan skala prioritas penanggulangan bencana. 

Kini Pakistan bukan cuma menderita kerugian nyawa.Pemerintah menjadi lemah, dan tingkat perekonomian merosot tajam. Diperkirakan, kerugian material Pakistan mencapai USD43 miliar. 

Pakistan dipaksa membangun dari awal.Namun,upaya itu belum bisa dilakukan sekarang. Pada masamasa keprihatinan seperti sekarang, pemerintah masih fokus mengupayakan skala prioritas penanggulangan bencana. 

“Sekarang kami coba melindungi Kota Shahdadkot yang terancam diterjang banjir berikutnya,” papar Menteri Irigasi Provinsi Sindh, Jam Saifullah Dharejo kepada AFP. Shahdadkot menjadi salah satu lokasi perhatian pemerintah, justru karena kota ini belum pernah dihantam banjir. 

Salah satu upaya preventif,pemerintah telah mengevakuasi sedikitnya 100.000 warga keluar dari Shahdadkot. Kemarin, sejumlah orang dilaporkan masih terjebak di beberapa desa sekitar Shahdadkot. “Kami terus berupaya mengeluarkan mereka,” ujar Dharejo. 

Sementara itu, hingga kini tidak ada ancaman banjir terhadap kota terbesar kedua di Provinsi Sindh, Hyderabad.Menurut pemerintah, Hyderabad bebas dari ancaman banjir, karena kota tersebut dilindungi beberapa tanggul yang kokoh dan masih sanggup menampung debit air. 

Banjir Pakistan telah mendorong negara-negara sedunia untuk menghimpun dana bantuan kemanusiaan lewat Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB). Seperti dijelaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon sebelumnya, PBB berharap total dana mencapai USD500 juta. 

Badan Moneter Internasional (IMF) juga telah merencanakan pertemuan dengan pejabat Pakistan di Washington, AS.Waktunya belum dipastikan,namun akan berlangsung pekan ini. 

Dugaan beberapa pengamat, pemerintah bakal meminta IMF untuk menurunkan bunga pinjaman atas utang sebesar USD10 miliar yang diberikan kepada Pakistan pada tahun 2008 lalu. 

Pakistan terus berjuang mengatasi bencana banjir, demikian juga dengan China. Sedikitnya 253.000 warga Provinsi Liaoning, dekat perbatasan China–Korea Utara (Korut) telah dievakuasi.Dikabarkan pula, sedikitnya 94.000 warga Kota Dandong ikut dievakuasi. 

Kantor berita Xinhua melaporkan, empat korban tewas terdiri dari sepasang kakek-nenek berusia 70-an serta seorang ibu dan anaknya. Keempat korban tinggal di kota kecil Kuandian, sekitar 100 kilometer timur laut Dandong. 

Selain itu,seorang lelaki berusia 60 tahun belum ditemukan sampai hari ini. Lelaki yang tinggal di Kuandian ini hilang beberapa saat setelah rumahnya rubuh akibat hujan yang disusul tanah longsor. 

Dilaporkan pula, banjir telah memorak-porandakan 230 rumah di Dandong. Air yang terus naik membuat warga Dandong pa-nik. Sebagian warga pilih meng-ungsi ke tempat yang lebih aman, yaitu wilayah Korut. Beberapa waktu setelah banjir memasuki Dandong, tak kurang dari 5.000 warga dikabarkan memasuki wilayah Korut.

“Sedikitnya 5.000 orang telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman setelah Kota Sibuiji dan beberapa kota perbatasan lain benar-benar terendam banjir,”papar pejabat Kantor Berita Pusat Korea. Beberapa foto memperlihatkan sejumlah helikopter terbang di atas kota Dandong dan sekitarnya. 

Dibantu peralatan khusus,tim penyelamat berusaha mengangkat beberapa orang ke dalam helikopter. Di Sinuiju,beberapa warga memilih duduk di atas atap rumah mereka ketimbang berjalan melawan hantaman banjir. 

Sejumlah lainnya keluar dari rumah sambil membawa barang secukupnya, kemudian melarikan diri ke daerah perbukitan. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/anastasia ika)  
(//faj)
TWITTER »
twit