Getting Time...

Banjir Masih Ancam Pakistan

Rabu, 25 Agustus 2010 11:10 wib
Banjir di Pakistan (Foto: Reuters)
Banjir di Pakistan (Foto: Reuters)
HYDERABAD – Pakistan menghadapi risiko banjir lebih besar dalam tiga hari mendatang di wilayah subur di selatan.Pemerintah memperingatkan Sungai Indus dapat meluap dan beberapa bagian tanggulnya roboh. 

Bencana banjir terburuk dalam sejarah Pakistan kali ini membuat 20 juta jiwa merasakan dampaknya. Lebih dari 1.600 orang tewas dan lima juta warga kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam ini. 

Jumlah tersebut akan kian bertambah jika Sungai Indus mengirimkan air bah ke wilayah selatan Pakistan. 

“Dua atau tiga hari lagi sangat kritis dan kami akan dengan cermat mengamati situasi di kota-kota dekat Sungai Indus yang ketinggian airnya akan bertambah,” ungkap Menteri Irigasi Provinsi Sindh Jam Saifullah Dharejo. 

Dharejo menyatakan, ribuan pegawai irigasi telah dikerahkan untuk menguatkan tanggul-tanggul sungai di wilayah berisiko tinggi dekat kota Hyderabad.Tapi, bulan purnama pekan ini akan mempercepat air pasang dan meningkatkan risiko banjir. 

“Ini banjir terburuk dalam sejarah kita dan ini akan membutuhkan waktu mengembalikan situasi pada keadaan normal,”katanya. 

Kepala meteorologi Pakistan Arif Mehmood membenarkan risiko tetap tinggi di selatan, saat banjir mulai surut di Provinsi Punjab, Khyber Pakhtunkhwa, dan Kashmir. 

Banjir di kawasan tersebut menyisakan ribuan pengungsi yang segera membutuhkan uluran tangan. Jutaan warga yang rumahnya tergenang air mampu bertahan hidup dengan mengandalkan bantuan. Mereka pun sangat mengharapkan makanan, tempat tinggal, dan air bersih. 

Mereka bahkan terancam wabah penyakit kolera, tifus, dan hepatitis. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari memperingatkan, proses pemulihan pascabanjir membutuhkan waktu bertahun-tahun.

“Permintaan Anda adalah sebagus mungkin, tapi tiga tahun itu minimal,” kata Zardari yang banyak dikritik karena dinilai lamban dalam menangani bencana.  “Saya rasa Pakistan tidak akan sepenuhnya pulih, tapi kami akan berupaya.” 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan 4,8 juta orang kehilangan tempat tinggal. Puluhan ribu orang telah dievakuasi dari wilayah banjir di Hyderabad, kota dengan 2,5 juta jiwa warga di bagian terendah Indus, tempat 36 desa tersapu banjir. 

Sementara sekitar 480 kilometer dari Hyderabad,pemerintah terus berjuang menyelamatkan Kota Shahdadkot dari air bah, setelah sebagian besar warga kota sebanyak 100.000 diungsikan ke tempat yang aman. 

Janji-janji bantuan asing yang lambat datang kini mencapai USD700 juta.Sedangkan perkiraan kerugian yang diakibatkan banjir mencapai USD43 miliar. 

Dari Kantor Presiden Pakistan, pemerintah berencana mendistribusikan 20.000 rupee Pakistan (Rp2,1 juta) pada tiap keluarga korban banjir.

Pejabat Pakistan saat ini sedang melobi Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington untuk meminta agar lembaga itu bersedia memberikan pinjaman USD11 miliar. 

Pekan lalu pejabat Pakistan mengatakan, Menteri Keuangan Abdul Hafeez Shaikh akan meminta IMF merestrukturisasi pinjaman saat ini atau mempertimbangkan pendanaan baru. (Koran SI/Koran SI/syarifudin) 
(//faj)
TWITTER »
twit