Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan delegasi parlemen Jerman di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/8/2010).
Parlemen Jerman diwakili Ketua Fraksi Partai Christlich Demokrastiche Union - Christlich Soziale Union (CDU/CSU) Volker Kauder, Wakil Ketua Fraksi CDU/CSU Andreas Schockenhoff dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Norbert Baas.
Sementara Presiden didampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Kedatangan Ketua Fraksi Partai tersebut untuk menyampaikan undangan Kanselir Jerman Angela Merkel kepada Presiden Yudhoyono untuk melakukan pembicaraan bilateral, jika Presiden menghadiri pertemuan Asia dan Eropa atau The Asia-Europe Meeting (ASEM) di Brussel Oktober mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan undangan berkunjung ke Indonesia kepada Kanselir Merkel.
Juru Bicara Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, hingga kini Presiden belum memutuskan apakah akan menghadiri pertemuan tersebut.
"Disampaikan oleh yang bersangkutan apabila Presiden menghadiri pertemuan ASEM, Kanselir Merkel akan sangat bersenang hati apabila mereka dapat bertemu. Volker juga menjajaki kunjungan Kanselir Merkel," katanya.
Sementara Volker mengatakan, Pembicaraan di ASEM mendatang akan fokus membahas situasi ekonomi keuangan dunia. Dia menyatakan terkesan melihat Indonesia yang berhasil keluar dari krisis ekonomi yang dulu melanda.
"Oleh karena itu tadi saya bertukar pikiran dengan Bapak Presiden bagaimana kita memperkuat strata dan struktur ekonomi global sehingga krisis yang terjadi baru-baru ini tidak terjadi di masa depan," katanya.
"Harapannya kita bisa bersama-sama di G-20 untuk memperkuat ketahanan ekonomi dunia serta juga pasar-pasar sahamnya."
Volker juga menyampaikan apresiasi atas demokrasi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
(faj)