Getting Time...

Rabi Israel Dianggap Keluarkan Pernyataan Ofensif

Fajar Nugraha
Senin, 30 Agustus 2010 19:02 wib
Seorang rabi di Israel (Foto: Reuters)
Seorang rabi di Israel (Foto: Reuters)
WASHINGTON - Pihak Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyesalkan sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Rabi atau pemuka agama Yahudi di Israel. Rabi tersebut menyebut Presiden Palestina Mahmud Abbas menghilang dari dunia.

"Kami amat menyesalkan dan mengecam pernyataan yang dikeluarkan oleh Rabi Ovadia Yosef," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Philip Crowley seperti dikutip AFP, Senin (30/8/2010).

"Pernyataan ini tidak hanya ofensif tetapi juga sebuah hasutan yang melukai proses usaha damai di Timur Tengah," lanjut Crowley.

Rabi Ovadia yang juga memimpin sebuah partai berbasis agama di Israel dalam layanan mingguannya Sabtu 28 Agustus lalu menyatakan, "Semoga seluruh orang yang membenci Israel seperti Abu Mazen (Abbas), hilang dari muka bumi." 

"Semoga Tuhan menyerangnya (Abbas) dengan penyakit aneh bersama dengan warga Palestina yang membenci Israel," lanjut Rabi Ovadia.

Lebih lanjut Crowley menambahkan jika pernyataan dari Ovadia ini tidak mencerminkan pandangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai perdamaian di Timur Tengah.  
(faj)
TWITTER »
twit