ABUJA – Sebuah penculikan di Nigeria berbuah kontroversi. Hingga kini, publik masih memperbincangkan identitas korban penculikan, Jhalil Tafawa Balewa.
Jhalil yang dikenal sebagai tangan kanan Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan diculik Jumat 27 Agustus lalu. Saat itu, berita penculikan terhadap Jhalil membuat warga Nigeria terkejut.
Pria itu diyakini sebagai putra Perdana Menteri (PM) pertama Nigeria Abubakar Tafawa Balewa yang tewas terbunuh. Jhalil berhasil diselamatkan. Drama penyelamatan terhadap Jhalil terjadi di sebuah hutan sekitar Abuja.
Juru bicara kepolisian, Moshood Jimoh menuturkan, pertemuan dengan penculik terlaksana saat mereka meminta uang tebusan untuk Jhalil.“Ada janji pertemuan untuk membayar tebusan.
Diam-diam kami menuju ke tempat pertemuan,”paparnya. Walau sudah terselamatkan, namun kontroversi tentang identitas dirinya justru menguat. Kontroversi hadir saat keluarga Balewa merilis pernyataan bahwa Jhalil bukan anggota keluarga besar Balewa.
“Dia bukan salah satu dari kami,” kata Saddik Abubakar Tafawa Balewa,putra keempat PM Nigeria pertama. Saddik menegaskan, Jhalil tidak ada hubungan darah apa pun dengan ayah atau keluarganya.
“Pertama kali kami mendengar tentang seseorang dari Amerika yang tampil untuk meraih kekuasaan. Dia mengklaim sebagai cucu ayah saya.Kemudian,dia mengaku sebagai putra ayah saya,” sahut Saddik.
Kendati tidak tahu-menahu tentang identitas Jhalil, namun Saddik mengaku prihatin saat mendengar berita penculikan itu.
Lantas, siapa Jhalil sebenarnya? Belum ada yang mengetahui pasti identitas Jhalil sebenarnya. Namun,keluarga Balewa meminta agar Jhalil menjalani uji DNA.
Identitas Jhalil masih misterius. Sosok high profile ini dihadapkan pada satu kondisi yang menyulitkan. Dia menerima penolakan dari keluarga yang selama ini dianggap memiliki ikatan darah dengannya. Ternyata bukan hanya Jhalil dan keluarga Balewa saja yang bingung.
Politikus Nigeria ikut dipusingkan dengan rumor tentang identitas Jhalil. “Anda bisa melakukan kesalahan seperti ini,” papar seorang pengamat politik Nigeria. Dia menambahkan, kejadian seperti yang dialami Jhalil adalah sesuatu yang sensitif. Sensitivitas inilah yang lantas membuat penasihat presiden diminta tutup mulut terkait identitas Jhalil.
Lelaki yang mencantumkan Balewa pada akhir namanya ini diketahui sebagai pemimpin Goodluck na Kowa, yang berarti keberuntungan bagi semua di Nigeria.
Kelompok yang dipimpin Jhalil giat memberikan dukungan bagi presiden. Karena keberpihakan inilah,Jhalil kerap menghadapi serangan sengit. (Koran SI/ika)
(//faj)