YERUSALEM - Warga Yahudi di Tepi Barat menyebutkan, jika mereka akan melanggar pembekuan pembangunan pemukimam di Yerusalem, menyusul insiden penembakan yang menewaskan empat warga Israel.
Penembakan yang dilakukan oleh seorang warga Palestina di awal upaya negoasiasi damai Palestina dan Israel.
Dewan Yesha, yang mewakili para pemukim Yahudi ini menyatakan, jika konstruksi akan dilanjutkan pada sore hari ini waktu setempat. Sebelumnya Pemerintah Israel melakukan pembekuan pembangunan konstruksi bagi warga Israel di Tepi Barat selama 10 bulan. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (1/9/2010).
Pembekuan pembangunan ini merupakan bagian syarat untuk dilakukannya negosiasi damai langsung antara Palestina dan Israel.
Sementara batas waktu moratorium dari pembekuan pembangunan ini akan berakhir pada 26 September mendatang. Palestina sendiri menolak berunding moratorium tersebut diperpanjang.
Palestina sendiri menginginkan Tepi Barat dengan Gaza dan Yerusalem Timur masuk dalam wilayah negara Palestina merdeka nanti.
Namun dengan insiden penembakan empat warga Israel pada Selasa 31 Agustus, membuat runyam kondisi saat ini.
(faj)