Getting Time...

PM Najib Tepis Tuduhan Negaranya Hancurkan Hutan Kalimantan

Fajar Nugraha
Kamis, 02 September 2010 15:22 wib
PM Malaysia Najib Rajak (Foto: AFP)
PM Malaysia Najib Rajak (Foto: AFP)
PUTRAJAYA - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menepis tudingan dari beberapa kelompok pemerhati lingkungan di Australia, bahwa perusahaan Malaysia menjadi penyebab kerusakan hutan Kalimantan dan menggusur keberadaan habitat Orang Utan.

Najib menyatakan tuduhan tersebut tidak berdasar. Dia sekaligus memastikan bahwa industri kelapa sawit yang dituding menjadi biang kerusakan ini, memiliki catatan bagus dalam menjaga ekosistem. 

"Saya hanya ingin menekankan orang utan hanya ditemukan di pedalaman hutan Kalimantan, khususnya di wilayah Sabah dan Serawak, bukan di seluruh wilayah Malaysia," klaim PM Najib seperti dikutip The Star, Kamis (2/9/2010).

"Kebanyakan kebun kelapa sawit terletak di wilayah Semenanjung Malaysia. Menuduh perusahaan kelapa sawit atas melakukan ancaman keselamatan ekosistem, merupakan salah alamat," tandas putra mantan Perdana Menteri Tun Abdul Razak ini.

Komentar Najib ini dikeluarkan setelah adanya laporan dari The Star yang menyebut bahwa sebuah poster yang dipasang di Kebun Binatang Adeilade, menuliskan tuduhan itu. 

Pada salah satu poster, seorang aktivis menyebutkan jumlah orang utan di Kalimantan saat ini tinggal 45 hingga 60 ribu ekor. 
(faj)
TWITTER »
twit