Image : ist.
SYDNEY - Anggota parlemen dari kubu independen, Andrew Wilkie, kemarin menyatakan mendukung Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard untuk membentuk pemerintahan.
Artinya, Gillard hanya perlu mendapat dua dukungan lagi untuk meraih suara mayoritas di parlemen agar dapat membentuk pemerintahan baru. Mantan “peniup peluit” perang Irak yang meraih kursi parlemen dari Tasmania, Andrew Wilkie, menilai Gillard memiliki posisi terbaik untuk memerintah setelah pemilu bulan lalu menghasilkan hung parlemen atau tanpa pemenang kursi mayoritas.
“Saya menganggap Partai Buruh Australia memenuhi kriteria saya bahwa pemerintahan selanjutnya harus stabil, harus kompeten, dan harus etis," ujar Wilkie di Canberra.
Suara Wilkie menjadikan kursi Gillard sebanyak 74 di majelis rendah dengan total 150 kursi. Untuk mencapai kursi mayoritas dia harus menguasai 76 kursi. Sementara itu, aliansi oposisi Liberal/Nasionalis yang dipimpin Tony Abbott masih pada posisi semua dengan 73 kursi.
Sedangkan tiga anggota independen lainnya masih belum memutuskan. Wilkie mendesak ketiga independen yang merupakan kingmaker segera memutuskan pihak yang mereka dukung, setelah kebuntuan politik yang terjadi dua pekan pascapemilu. “Saya harap ini mengirim sinyal pada tiga independen lainnya dan mereka bergerak segera untuk membuat keputusan, serta menetapkan untuk mendukung partai yang mana yang dianggap dapat menciptakan stabilitas di parlemen," katanya.
Tiga independen yang belum memberikan keputusan adalah Tony Windsor dan Rob Oakeshott dari wilayah pedesaan dan Bob Katter dari Queensland. Ketiganya berjanji memulai negosiasi formal pada hari ini. Momentum saat ini ada di pihak Gillard, PM Australia wanita pertama. Sebelum Wilkie, anggota parlemen dari Partai Hijau juga telah mendukung Gillard.
Menurut Gillard, dukungan Wilkie dimuluskan dengan janji mengucurkan USD100 juta untuk sebuah rumah sakit di daerah pemilihannya. Selain itu, pemerintahan menjamin akan mengatasi masalah perjudian karena munculnya mesin slot “pokie” di mana-mana.
“Saya berterima kasih pada Wilkie untuk mengutamakan kepentingan nasional. Dia jelas termotivasi memasuki kesepakatan ini berdasarkan pandangannya untuk kepentingan nasional," papar Gillard. (AFP/Rtr/syarifudin/sindo)
(//rhs)