Getting Time...

Pulang Perang, Mantan Prajurit AS Lakukan Penyanderaan

Fajar Nugraha
Selasa, 07 September 2010 11:23 wib
Ilustrasi: Ist
Ilustrasi: Ist
SAVANNAH - Seorang mantan prajurit Amerika Serikat (AS) yang menuntut perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Militer Georgia, AS melakukan penyanderaan kepada tiga pekerja rumah sakit. 
Namun aksi penyanderaan ini berhasil diatasi setelah pihak berwenang berhasil membujuknya untuk menyerah dengan damai.

Insiden ini terjadi di rumah sakit Winn Army Community di Fort Stewart hari Senin 7 September. Juru bicara Fort Stewart Kevin Larson menyatakan, tidak ada korban penyanderaan yang terluka dan tertembak dalam insiden ini.  

Pelaku penyanderaan sendiri berhasil diringkus oleh pihak polisi militer dan menjalani proses interogasi. Namun pihak berwenang menolak untuk merilis nama dari pelaku. 

Sementara Larson hanya memberikan keterangan jika pelaku penyanderaan adalah mantan prajurit AS yang memasuki ruangan perawatan gawat darurat dan meminta perawatan kejiwaan.

"Pelaku masuk ke ruang gawat darurat rumah sakit sambil membawa empat senjata. Ia menyandera seorang pegawai rumah sakit, seorang prajurit dan seorang sandera lainnya kemudian berjalan menuju ruang perawatan kejiwaan," ungkap juru bicara Fort Stewart Kevin Larson seperti dikutip Associated Press, Selasa (7/9/2010).

Seorang perawat yang berada di bangsal perawatan kejiwaan mencoba untuk menenangkan pelaku. Namun dia juga disandera oleh pelaku. Tetapi pada akhirnya perawat tersebut berhasil menenangkan pelaku dan meredakan ketegangan yang terjadi.

Polisi militer langsung tiba dan mengepung rumah sakit, setelah dua jam bernegosiasi pihak kepolisian berhasil membujuk pelaku penyanderaan untuk meletakan senjata dan menghentikan aksinya.  
(faj)
TWITTER »
twit