Getting Time...

Rakyat Curigai Pemilik Lahan Alihkan Banjir

Fajar Nugraha
Selasa, 07 September 2010 14:33 wib
Banjir di Pakistan (Foto: AP)
Banjir di Pakistan (Foto: AP)
SUKKUR- Saat volume air di Pakistan mulai menunjukkan penurunan, justru kecurigaan meningkat mengenai bencana banjir yang melanda Pakistan. 
Korban banjir mencurigai bahwa para pemilik lahan yang didukung pejabat berpengaruh, sengaja mengalihkan air jauh dari properti mereka.

Namun klaim tersebut sulit dibuktikan dan pada beberapa kasus tuduhan ini dianggap berlebihan. Namun isu ini sudah menyebar luas di masyarakat Pakistan.

Akibatnya korban banjir yang sudah menderita, makin tersulut amarahnya dan menebalkan rasa ketidakpercayaan terhadap Pemerintah Pakistan yang dianggap gagal menyalurkan bantuan kepada korban banjir.

Pemerintah Pakistan seharusnya meredam isu ini mengingat tingginya risiko dari kelompok militan yang dapat memanfaatkan situasi kemarahan rakyat atas pemerintahnya.

"Politisi, orang kaya, dan berpengaruh hanya mengorbankan rakyat," ungkap seorang warga seperti dikutip Associated Press, Selasa (7/9/2010).

Banyak rakyat meyakini bahwa kalangan berpengaruh di Pakistan mampu memanipulasi alur sungai dengan menentukan tanggul mana yang dapat mereka buka. Tetapi masih terlalu dini untuk memverifikasi tuduhan tersebut mengingat belum ada bukti kuat.

Kemarahan diperlihatkan oleh warga di wilayah Sindh di mana ratusan ribu warga melihat sendiri banjir menelan rumah mereka. Sedangkan di saat bersamaan mereka melihat rumah pejabat, seperti kediaman Menteri Federal setempat tetap kering tanpa dimasuki air.

Rakyat juga yakin bahwa Menteri Tenaga Kerja Khursheed Shah dengan sengaja membujuk pemerintah membuka tanggul, hanya untuk menyelamatkan lahan miliknya. 

Akibatnya air yang seharusnya mengalir ke lahan miliknya, justru menggenangi lahan pedesaan yang berada di sekitar rumah Shah. 
(faj)
TWITTER »
twit