Presiden Ahmadinejad melakukan inspeksi nuklir (Foto: Ist)
TEHERAN - Pengawas nuklir PBB mengatakan bahwa Iran telah menghalangi investigasi International Atomic Energy Agency (IAEA) atau Badan Energi Atom Internasional.
IAEA mengatakan, Iran tetap memproduksi uraniumnya, walaupun Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan sanksi.
AS dan para sekutunya menuduh Iran masih mencoba untuk mengembangkan senjata nuklir. Sementara Iran mengatakan, nuklir tersebut diperuntukkan untuk produksi energi.
Juru bicara Gedung Putih Tommy Vietor mengatakan, laporan IAEA tersebut sangat mengganggu semua yang perduli akan keamanan global.
Akan tetapi,utusan Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan laporan tersebut membuat citra badan internasional itu buruk, demikian dilansir kantor berita Iran Mehr.
"Semua aktifitas progam nuklir Iran berada dalam pengawasan IAEA," ujarnya seperti dilansir BBC, Selasa (7/9/2010).
Laporan IAEA itu selanjutnya diikuti oleh keputusan Iran yang menahan dua orang penyidik yang berpengalaman setelah mereka melaporkan eksperimen nuklir yang belum diumumkan.
Teheran sendiri membantah laporan tersebut dengan mengatakan laporan tersebut tidak akurat, tapi IAEA tetap berpendapat bahwa temuan mereka itu benar.(rhs)