PARIS - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy disibukan dengan anggota serikat pekerja yang melakukan aksi mogok hari ini. Mereka menentang rencana pemerintah untuk menambah batas umur pensiun menjadi 62 tahun.
Para pemimpin serikat buruh meminta seluruh pekerja publik dan pekerja sektor swasta untuk meninggalkan pekerjaannya, guna mengikuti salah satu dari 190 aksi protes yang telah dipersiapkan di seluruh Prancis.
Pekerja yang melakukan protes ini menjadi penentang keras dari kebijakan Sarkozyk, yang akan dibawa ke parlemen untuk diperdebatkan. Undang-undang ini nantinya akan menambah batas waktu usia pensiun dari 60 menjadi 62 tahun hingga tahun 2018 mendatang.
Seperti dilansir AFP, Selasa (7/9/2010), penambahan usai pensiun menjadi 62 tahun ini dinilai lebih awal dibandingkan standar internasional, namun reformasi ini mendapatkan tentang dari kalangan sosialis.
Sekutu Sarkozy, Perdana Menteri (PM) Francois Fillon mengaku, jika dirinya sudah mengira akan adanya tentangan keras dari lawan pemerintah. Sedangkan pendukung kebijakan Sarkozy menilai, kebijakan amat penting mengurangi defisit yang dialami Prancis saat ini.
(faj)