JENEWA - Perempuan diperkirakan akan menjadi pemegang suara mayoritas di kabinet Swiss. Hal ini dapat terjadi setelah hampir empat dekade, Swiss menjadi negara terakhir di Eropa yang memberikan perempuan hak untuk memilih di pemilihan umum nasional.
Seperti dilansir Associated Press, Rabu (22/9/2010), dengan jumlah empat per tiga dari jumlah perempuan yang akan menduduki kursi kabinet Swiss, akan menjadi Swiss sebagai negara kelima di dunia yang akan memiliki mayoritas perempuan di pemerintahan.
Tradisi demokrasi Swiss yang kuat mengakar hingga ke desa-desa, telah membantu perempuan meraih kedudukan setara dengan pria dalam bidang politik.
Baik majelis rendah dan majelis tinggi di negara tersebut saat ini lebih banyak dihuni oleh perempuan. Kepemimpinan di Swiss sendiri saat ini dipegang oleh Doris Leuthard. Doris yang juga menjabat sebagai Menteri Ekonomi, memegang jabatan Presiden Swiss yang digilir hingga akhir tahun.
Norwegia menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan kuota 40 persen bagi perempuan untuk berkiprah di perusahaan negara dan swasta, pada 2002.
Spanyol kemudian mengikuti hal tersebut dengan memberikan kuota yang sama dalam kursi dewan perwakilan rakyat mereka. Sementara Prancis saat ini sedang menjajaki perundang-undang yang mengatur hal serupa.
Norwegia bersama dengan Spanyol, Finlandia dan Cape Verde, merupakan segelintir negara di dunia yang mayoritas kekuasaannya dipegang oleh perempuan.
(faj)