Getting Time...

Desmond Tutu Resmi Pensiun

Jum'at, 08 Oktober 2010 11:56 wib
Desmond Tutu (Foto: globaldignity.org)
Desmond Tutu (Foto: globaldignity.org)
CAPE TOWN – Perayaan ulang tahun ke-79 Desmond Tutu menjadi penampilan publik terakhir uskup besar Afrika Selatan itu.Pria yang lantang suarakan perdamaian itu memutuskan pensiun dari urusan publik. 

Dan Vaughan, manajer di Kantor Perdamaian Desmond Tutu di Cape Town,Afrika Selatan, kemarin, mengonfirmasikan bahwa mantan uskup besar Anglikan Cape Town itu telah pensiun tepat pada hari ulang tahunnya. 

“Dia sudah bertekad pensiun, meskipun nanti dia akan mengucapkan beberapa hal di depan publik atau tampil sekali atau dua kali,” ujar Vaughan kepada koran The Times. 

“Dia akan melakukan hal yang sama seperti yang mampu dia lakukan, seperti berinteraksi dengan pelajar.Tapi,dia juga ingin banyak membaca.” 

Menurut The Times, Tutu dan istrinya, Leah, saat ini sedang berada dalam perjalanan keliling dunia dengan kapal Semester at Sea, yang bertolak dari Kanada pada Agustus lalu. 

Di kapal itu, Tutu memberikan ceramah kepada 600 mahasiswa yang akan melakoni perjalanan selama lima bulan itu. Blog Semester at Sea mengatakan, kapal itu saat ini berada di Cape Town dan akan meninggalkan kota itu hari ini. M

ereka mengatakan, Tutu akan berada di kapal itu selama perjalanan mereka, yang dimulai di Halifax, Kanada, dan akan berakhir di San Diego, California,Amerika Serikat, pada Desember mendatang. Menurut Vaughn, Tutu berencana merayakan ulang tahun dan pensiunnya bersama teman.

“Kapal itu akan berlabuh di Cape Town hari ini (kemarin) dan dia akan merayakan ulang tahunnya di atas kapal bersama teman-teman,” ujar Vaughn. Rencana pensiun Tutu telah diungkapkan pada Juli lalu. Penerima Hadiah Nobel Perdamaian 1984 itu dihormati atas usahanya memerangi apartheid. 

Tutu juga merupakan salah satu tokoh yang paling disayangi orang Afrika Selatan selain mantan presiden Nelson Mandela. 

Pria kelahiran 7 Oktober 1931 itu tetap aktif terlibat dalam berbagai isu sosial dan politik sejak apartheid berakhir pada tahun 1994 silam. Tutu pernah mengatakan bahwa begitu dia mundur, maka dia tidak akan lagi bersedia diwawancarai media. 

“Sudah saatnya waktunya bagi saya untuk bersantai,menyeruput teh Rooibos bersama istri tercinta saya pada siang hari, menonton kriket, mengunjungi anak dan cucu saya, daripada saya harus menghadiri konferensi dan konvensi di universitas dan kampus,” ujar Tutu saat mengumumkan pensiun Juli lalu. 

Tutu berencana meneruskan kegiatannya bersama The Elders, sekelompok negarawan kondang termasuk Mandela, dan sebuah kelompok penerima Hadiah Nobel yang berbicara lantang terhadap ketidakadilan di seluruh dunia. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/alvin)  
(//faj)
TWITTER »
twit